Direktur PT TRFX Garuda Berjangka Ibrahim Assuaibi mengatakan penurunan suku bunga kebijakan oleh bank sentral di luar dugaan. Para analis justru memprediksi Bank Indonesia masih akan mempertahankan suku bunga acuan.
"Ini merupakan kejadian yang kedua kali dan pada akhirnya pasar justru merespons negatif terhadap kebijakan tersebut," ujar Ibrahim dalam keterangannya yang diterima Medcom.id, Jumat, 20 November 2020.
Menurutnya, hal ini menjadi pembelajaran bagi Bank Indonesia. Sebab, waktu yang tepat untuk menurunkan suku bunga seharusnya dilakukan pada Desember 2020.
"Di mana (pada saat itu) secara bersamaan bank sentral global seperti The Fed, ECB, dan BoE akan bersama-sama menurunkan suku bunga. Bisa saja suku bunga negatif bagi BoE dan gelontoran stimulus tak terbatas," paparnya.
Di sisi lain pemerintah sebelumnya sudah mengumumkan bahwa masyarakat akan divaksinasi massal di awal Desember 2020. Namun pemerintah justru melakukan revisi karena vaksin belum tersedia, dan kemungkinan baru akan divaksinasi di akhir kuartal I-2021. Penundaan vaksinasi massal tersebut membuat pasar kecewa.
"Wajar kalau mata uang Garuda melemah dalam perdagangan penutupan akhir pekan. Walaupun ada kabar baik Neraca Pembayaran Indonesia (NPI) pada kuartal III-2020 terjadi surplus sebesar USD2,1 miliar," jelas Ibrahim.
Adapun pada penutupan perdagangan akhir pekan ini, nilai tukar rupiah terhadap USD mengalami pelemahan. Mengutip data Bloomberg, nilai tukar rupiah ditutup melemah dibandingkan penutupan hari sebelumnya, yakni berada di posisi Rp14.165 per USD.
Mata uang Garuda tersebut melemah tipis 10 poin atau setara 0,07 persen. Rentang gerak harian rupiah berada di level Rp14.160 per USD sampai Rp14.200 per USD.
Menukil data Yahoo Finance, rupiah juga berada di zona merah pada posisi Rp14.177 per USD. Rupiah melemah 12 poin atau setara 0,09 persen dari Rp14.165 per USD di penutupan perdagangan hari sebelumnya.
Sedangkan berdasarkan data kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dolar Rate (Jisdor), rupiah diperdagangkan di level Rp14.228 per USD atau melemah sebanyak 61 poin dari nilai tukar rupiah pada perdagangan hari sebelumnya sebesar Rp14.167 per USD.
"Untuk perdagangan Senin depan rupiah kemungkinan akan dibuka fluktuatif, namun ditutup melemah sebesar 10-100 poin di level Rp14.135 per USD hingga Rp14.180 per USD," tutup Ibrahim.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News