Ilustrasi. Foto: Medcom.id/Desi Angriani
Ilustrasi. Foto: Medcom.id/Desi Angriani

Bursa Suspensi Saham Waskita Beton

Ekonomi BEI waskita beton precast
Annisa ayu artanti • 30 Juli 2020 14:00
Jakarta: Bursa Efek Indonesia (BEI) mengumumkan penghentian sementara (suspensi) perdagangan efek PT Waskita Beton Precast Tbk (WSBP).
 
Suspensi dilakukan lantaran penundaan pembayaran bunga ketiga obligasi berkelanjutan I Waskita Beton Precast Tahap II tahun 2019 (WSBP01CN2).
 
"Bursa Efek Indonesia memutuskan untuk melakukan penghentian sementara perdagangan efek saham dan obligasi PT Waskita Beton Precast Tbk (WSBP, WSBP01CN1 dan WSBP01CN2)," kata Kepala Divisi Pengaturan dan Operasional Perdagangan Irvan Susandy dalam pengumuman bursa yang dikutip Medcom.id, Kamis, 30 Juli 2020.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Keputusan tersebut berdasarkan pengumuman yang dikeluarkan PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) No. KSEI-7862/DIR/0720 tanggal 29 Juli 2020.
 
Adapun suspensi aktivitas perdagangan saham dan obligasi dilakukan di seluruh pasar terhitung sejak sesi pertama perdagangan efek 30 Juli 2020, hingga pengumuman Bursa lebih lanjut.
 
Adapun pihak WSBP telah meluruskan bahwa penundaan pembayaran bunga obligasi lantaran karena dituding gagal bayar. Menurut perusahaan penundaan pembayaran bunga obligasi tersebut lantaran kendala teknis saat pengiriman dana bunga obligasi kepada PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI).
 
"WSBP telah melakukan pengiriman dana pada tanggal 29 Juli 2020 dan akan efektif di rekening PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) pada 30 Juli 2020, di mana sesuai dengan tanggal jatuh tempo pembayaran bunga obligasi WSBP," jelas Direktur Keuangan Waskita Beton Precast Anton YT Nugroho dalam keterangan tertulisnya, Kamis, 30 Juli 2020.
 
WSBP disebut menunda pembayaran bunga ketiga kepada pemegang obligasi yang diterbitkan perusahaan, yakni Obligasi Berkelanjutan Waskita Beton Precast Tahap II Tahun 2019 (WSBP01CN2).
 
Dengan belum efektifnya dana bunga ketiga obligasi di rekening KSEI sesuai waktu yang ditentukan, maka KSEI menyampaikan pembayaran bunga kepada pemegang obligasi melalui pemegang rekening yang seharusnya dilaksanakan pada 30 Juli 2020 ditunda.
 
Obligasi ini diketahui memiliki jumlah pokok penerbitan Rp1,5 triliun yang akan jatuh tempo pada 30 Oktober 2022. Jumlah pokok yang saat ini tersisa yakni Rp1,324 triliun.
 

(DEV)



FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif