Ilustrasi Bank Indonesia - - Foto: dok Antara
Ilustrasi Bank Indonesia - - Foto: dok Antara

BI Perlu Pangkas Suku Bunga Kurangi Beban 'Burden Sharing'

Ekonomi Bank Indonesia suku bunga Skema Burden Sharing
Husen Miftahudin • 15 Juli 2020 11:52
Jakarta: Bank Indonesia (BI) perlu memangkas suku bunga acuan BI 7-Days Reverse Repo sebesar 25 basis poin (bps) dalam Rapat Dewan Gubernur (RDG) pada 15-16 Juli 2020. Strategi ini dapat mendorong permintaan agregat dan meringankan beban bank sentral dari skema burden sharing(bagi beban pembiayaan pemulihan ekonomi antara BI dan Kementerian Keuangan).
 
"Pemotongan suku bunga akan meringankan beban dari operasi moneter Bank Indonesia yang menggunakan skema burden sharing atau penerbitan obligasi oleh Kementerian Keuangan," ungkap ekonom makroekonomi dan pasar keuangan dari Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat (LPEM) Universitas Indonesia (UI) Teuku Riefky dalam rilis analisis makroekonomi RDG BI edisi Juli yang diterimaMedcom.id, Rabu, 15 Juli 2020.
 
Mekanismeburden sharingantara Kemenkeu dan BI dalam mendanai pengeluaran fiskal yaitu memindahkan sebagian beban pembayaran bunga Surat Berharga Negara (SBN) yang dibeli langsung oleh BI. Secara rinci, bank sentral akan menanggung semua imbal hasil (yield) dari SBN yang diterbitkan untuk mendanai barang publik (sebesar tujuh hari reverse repo rate)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Untuk barang non-publik, biaya imbal hasil akan mengikuti tingkat imbal hasil pasar dan Kemenkeu akan menanggung biaya sebesar reverse repo rate tiga bulan dikurangi satu persen, dan sisanya akan ditanggung oleh BI. Secara teori, tindakan monetisasi utang membawa risiko kredibilitas akibat adanya ruang terjadinya moral hazard yang ditimbulkan oleh bank sentral yang menjadi kurang independen.
 
"Risiko kredibilitas ini dapat meningkatkanperceivedrisksIndonesia yang selanjutnya dapat mengarah kepada penurunan rating negara dan memicukenaikan imbal hasil yang harus ditawarkan dari surat utang pemerintah," paparnya.
 
Lebih lanjut, kenaikan jumlah uang beredar akibat skema burden sharing ini akan memberikan tekanan terhadap kenaikan inflasi dan volatilitas nilai tukar rupiah. Namun, Riefky yakin Bank Indonesia Kemenkeu sangat menyadari risiko ini melihat kedua institusi tersebut secara aktif melakukan klarifikasi terkait skema burden sharing yang sifatnya akanone-off policyuntuk meyakinkan investor akankredibilitas bank sentral yang tetap dijaga.
 
"Seiring dengan lemahnya kondisi permintaan agregat (tercermin dari angka inflasi yang berada di bawah target BI), tekanan ke atas terhadap inflasi akibat peningkatan jumlah uang beredar diharapkan dapat mengembalikan inflasi ke dalam rentang target BI," jelas dia.
 
Adapun perlunya pemangkasan suku bunga oleh bank sentral juga didorong oleh pola perlambatan pertumbuhan inflasi bulanan. Pada dasarnya, rendahnya angka inflasi umum dan inti disebabkan oleh lemahnya permintaan agregat dan dampakdari kenormalan baru atau new normal yang belum terasa.
 
Lalu, ditambah dengan kondisi eksternal dan nilai tukar yang relatif stabil. Walaupun di tengah guncangan, mata uang Garuda secara relatif masih memiliki performa yang lebih baik ketimbang beberapa mata uang negara emerging lainnyadi mana sejauh ini rupiah mencatatkan tingkat depresiasi yang relatif rendah yaitu sebesar 4,0 persen (ytd).
 
Di sisi lain, peningkatan cadangan devisa kembali ke level USD131,72 miliar di Juni 2020 dari USD130,54 miliar di Mei 2020, melanjutkan tren positif sejak Maret. Kenaikan cadangan devisa BI sebagian besar dikontribusi oleh penerbitan surat utang global. Cadangan devisa yang lebih tinggi ini juga membuat bank sentral memiliki ketahanan lebih dalam menghadapi gejolak eksternal dan menjaga stabilitas finansial.
 
"Kemudian ditambah dengan tingkat kepercayaan investor yang terjaga dengan langkah yang sudah dan akan diambil pemerintah. Oleh karena itu, kami memandang pemotongan suku bunga kebijakan sebesar 25 bps merupakan langkah yang tepat," tutup Riefky.

 
(Des)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif