Ilustrasi produksi batu bara Bukit Asam - - Foto: Antara/ Puspa Perwitasari
Ilustrasi produksi batu bara Bukit Asam - - Foto: Antara/ Puspa Perwitasari

Pendapatan PTBA Merosot Imbas Anjloknya Harga Batu Bara

Annisa ayu artanti • 12 Maret 2021 17:03
Jakarta: Direktur Utama PT Bukit Asam Tbk (PTBA) Arviyan Arifin menegaskan penurunan kinerja perseroan sepanjang 2020 disebabkan oleh pandemi covid-19. Beberapa negara tujuan ekspor memberlakukan kebijakan pembatasan wilayah atau lockdown pada 2020 dan mengurangi pasokan listriknya.
 
Hal tersebut membuat penjualan batu bara perseroan pun merosot. "Selama 2020 kemarin, semua sektor terkena, terutama energi. Negara tujuan ekspor kena lockdown terutama Tiongkok dan India. Kemudian pasokan listrik turun dan mengurangi penjualan," jelas Ariviyan dalam konferensi pers virtual, Jumat, 12 Maret 2021.
 
Selain itu, dampak pandemi membuat harga batu bara berfluktuasi. Berdasarkan data Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), berawal diangka USD65,93 per ton di awal Januari 2020 dan menyentuh titik di bawah USD50 per ton pada September 2020.
 
"Dampak pandemi dari sisi batu bara, harga batu bara berfluktuasi sepanjang 2020," terang dia.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


HBA mulai merangkak naik dalam tiga bulan terakhir di 2020 dan menyentuh angka USD59,65 per ton pada Desember 2020. Kenaikan harga tersebut seiring dengan mulai pulihnya permintaan batu bara di pasar global.
 
Meski demikian, Ariviyan menuturkan perusahaan terus berupaya melakukan efisiensi untuk mencatatkan kinerja positif di tengah volatilitas harga dan permintaan pasokan batu bara.
 
Beberapa strategi efisiensi yang telah dilakukan PTBA di segala lini adalah dengan terus melakukan upaya penurunan biaya usaha dan pengendalian biaya pokok produksi melalui penerapan optimalisasi di setiap lini operasi.
 
"2020 kemarin, harga HBA lima tahun ini terendah. kita tetap melakukan program efisiensi, optimalisasi. di akhir 2020 kita masih punya kinerja positif," jelasnya.
 
Berdasarkan laporan keuangan perusahaan, PTBA membukukan penurunan laba sebesar 41,23 persen sepanjang 2020. Capaian laba 2020 tercatat Rp2,38 triliun, sedangkan capaian tahun sebelumnya sebesar Rp4,05 triliun.
 
Penurunan laba tersebut dipicu oleh penurunan pos pendapatan yang cukup signifikan. Pendapatan sepanjang 2020 tercatat Rp17,32 triliun, atau turun 20,47 persen dari perolehan pendapatan di 2019 sebesar Rp21,78 triliun.
 
(Des)


LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif