Sari Roti. Foto : Perusahaan.
Sari Roti. Foto : Perusahaan.

Andalkan Pemasaran Digital, Produsen Sari Roti Cetak Kinerja Positif Selama Sembilan Bulan

Ekonomi nippon sari roti industri digital pandemi covid-19
Annisa ayu artanti • 25 Oktober 2020 11:24
Jakarta: Produsen roti, PT Nippon Indosari Corporindo Tbk (ROTI) mencatatkan kinerja positif sepanjang sembilan pertama di 2020 meskipun pandemi masih berlangsung. Mengutip laporan keuangan tercatat penjualan penjualan bersih sebesar RP2,4 triliun.
 
Direktur Nippon Indosari Corpindo Arlina Sofia menjelaskan pencapaian ini didukung oleh kinerja baik pada masing-masing kanal penjualan. Kanal tradisional (General Trade) membukukan penjualan Rp701 miliar untuk periode ini, atau tumbuh sebesar 22 persen secara tahunan.
 
Perusahaan menerapkan strategi di masa pandemi covid-19 dengan fokus pada pasar potensial area pemukiman dengan memperkenalkan moda pemesanan produk melalui WhatsApp dan Chatbot.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


“Dengan senantiasa melakukan analisa komprehensif terhadap daya beli, pola konsumsi, pola belanja dan pola aktivitas masyarakat Indonesia maka kami dapat menentukan strategi yang tepat dalam menghadapi tantangan usaha dan ketidakpastian pandemi covid-19," kata Arlina dalam keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), Minggu, 25 Oktober 2020.
 
Sementara itu kanal modern (Modern Trade) pada periode ini meraih penjualan Rp1,6 triliun dan tetap merupakan kontributor terbesar penjualan perseroan.
 
"Pada masa pandemi covid-19, kanal modern dapat mempertahankan Penjualan khususnya periode Juli-September 2020 sebesar Rp505 miliar yang relatif stabil dibandingkan periode April-Juni 2020 didukung inisiatif promo dan marketing yang efektif," ujarnya.
 
Dari capaian tersebut, Arlina menambahkan, perseroan juga mampu mempertahankan kinerja keuangan konsolidasi dengan EBITDA dan laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp308,6 miliar dan Rp127,2 miliar.
 
Sedangkan untuk realisasi Belanja Modal (capital expenditure) hingga 30 September 2020, perseroan telah membelanjakan Rp361,6 miliar atau sekitar 90,4 persen serapan dari rencana 2020 yang dianggarkan untuk pengembangan usaha, termasuk peningkatan kapasitas, penguatan jaringan distribusi, serta pembangunan pabrik baru di Banjarmasin dan Pekanbaru yang ditargetkan operasi komersial pada kuartal I-2021.

 
(SAW)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif