"Bagaimana pertumbuhan bisnis gadai dari April ke April ya 15,91 persen. Mungkin perusahaan lain susah tumbuh segitu di masa pandemi," kata Sekretaris Perusahaan Pegadaian R Swasono Amoeng Widodo, dalam virtual conference, Kamis, 14 Mei 2020.
Kenaikan tersebut juga diimbangi dengan kenaikan jumlah nasabah produk gadai hingga April yang mencapai 11,46 juta dari periode yang sama tahun lalu sekitar 11 juta. Kenaikan tertinggu terjadi pada masa pandemi Maret-April mencapai 250 ribu nasabah baru.
Dirinya mengatakan emas masih mendominasi produk gadai yakni mencapai 90 persen dari total outstanding loan (OSL). Meskipun dia mengatakan kenaikan emas tidak terlalu signifikan dibanding kenaikan mobil sebagai barang yang digadaikan mencapai 30 persen.
"Kalau emas naiknya enggak signifikan, kalau mobil signifikan banget. Di akhir Januari nilai outstanding-nya Rp240 miliar, pada April jadi Rp311 miliar," jelas Amoeng.
Adapun produk yang bisa digadaikan di Pegadaian bukan hanya emas dan mobil tapi ada juga berlian sebagai jenis perhiasan, tekstil atau pakaian, alat elektronik, alat rumah tangga seperti blender, setrika, kendaraan bermotor lainnya, kendaraan niaga, kain songket, dan lain sebagainya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News