Bitcoin. Foto: Unsplash.
Bitcoin. Foto: Unsplash.

Masih Rapuh, BTC Hanya Naik Tipis

Arif Wicaksono • 30 Maret 2026 17:26
Jakarta: Pergerakan pasar kripto masih menunjukkan fase rapuh. Bitcoin (BTC) dalam 24 jam terakhir hanya mencatat kenaikan tipis sekitar 0,10% dan bertahan di kisaran USD66.500 atau sekitar Rp1,12 miliar. 
 
Sebelumnya, aset kripto terbesar ini sempat turun menyentuh area support USD65.000 pada Senin (30/3/2026) dini hari.
 

Panji Yudha, Financial Expert Ajaib menuturkan di saat yang sama, dominasi pasar Bitcoin (BTC.D) berada di level 58,90%. 
 
Namun, tekanan lebih luas terlihat dari total kapitalisasi pasar kripto global yang justru terkoreksi 2,85% ke posisi USD2,27 triliun.

Sentimen negatif ini tidak muncul tanpa sebab. Kombinasi faktor makro mulai dari kenaikan harga energi hingga memanasnya konflik geopolitik di kawasan Timur Tengah menjadi pemicu utama gejolak pasar. 
 
Lonjakan harga minyak yang menembus USD100 per barel mengubah ekspektasi investor secara drastis: dari sebelumnya berharap pemangkasan suku bunga, kini justru mengantisipasi potensi kenaikan suku bunga lanjutan.
 
Perubahan ekspektasi tersebut tercermin pada kenaikan imbal hasil obligasi pemerintah Amerika Serikat yang menyentuh 4,07%. Kondisi ini membuat daya tarik Bitcoin sebagai aset alternatif kembali tertekan, terutama jika dibandingkan dengan instrumen safe haven konvensional.
 
Dari sisi arus dana, tekanan juga terlihat jelas. Data SosoValue menunjukkan bahwa pada pekan yang berakhir 27 Maret 2026, terjadi arus keluar bersih (net outflow) sebesar USD296,18 juta. Angka ini sekaligus memutus tren inflow positif yang sebelumnya berlangsung selama empat pekan berturut-turut sejak akhir Februari.
 
Akibatnya, total aset bersih di pasar kripto ikut tergerus, turun dari US$90,30 miliar menjadi USD84,77 miliar. Ini menjadi sinyal bahwa investor institusional mulai mengambil posisi lebih defensif.
 
Sinyal kehati-hatian tersebut juga tercermin dari langkah MicroStrategy (MSTR) yang tidak melakukan penambahan kepemilikan Bitcoin dalam periode terakhir, berbeda dari pola agresif yang biasanya ditunjukkan perusahaan tersebut.

Fase Konsolidasi 

Di sisi lain, dinamika berbeda datang dari proyek kripto Worldcoin (kini dikenal sebagai World). Proyek yang digagas oleh Sam Altman ini baru saja menyelesaikan penjualan over-the-counter (OTC) sebanyak 239 juta token WLD dengan nilai sekitar USD65 juta. Harga rata-rata penjualan berada di level USD0,2719 per token.
 
Untuk meredam potensi tekanan jual di pasar sekunder, sebagian dari transaksi tersebut, sekitar USD25 juta, dikenakan periode penguncian (lock-up) selama enam bulan.
 
Dengan kombinasi tekanan makro dan perubahan perilaku investor, pasar kripto kini memasuki fase konsolidasi yang lebih sensitif terhadap sentimen global. Arah selanjutnya akan sangat ditentukan oleh perkembangan geopolitik serta kebijakan moneter dalam waktu dekat. 
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(SAW)


TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan