Ilustrasi. Foto: Medcom.id
Ilustrasi. Foto: Medcom.id

IHSG Hari Ini Menguat, Simak Peluang Breakout 6.700 dan Target 6.755

Annisa ayu artanti • 09 September 2026 09:48
Ringkasnya gini..
  • IHSG naik 0,22 persen ke 6.700,84 dan kembali menguji level psikologis 6.700.
  • Breakout 6.700 membuka peluang IHSG menuju 6.755, dengan support terdekat di 6.600.
  • Investor mencermati CPI AS, harga minyak yang mendekati US$100, dan rekor harga tembaga.
Jakarta: Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali mendekati level psikologis 6.700 pada perdagangan Rabu, 9 September 2026. Penguatan ini terjadi setelah IHSG sehari sebelumnya melonjak 1,01 persen ke level 6.686,44.

Pada pembukaan perdagangan Rabu pagi, IHSG naik 14,40 poin atau 0,22 persen ke posisi 6.700,84. Penguatan juga terjadi pada kelompok saham unggulan. Indeks LQ45 naik 0,90 poin atau 0,14 persen menjadi 666,48.

IHSG Berpeluang Tembus 6.700

Kinerja IHSG sebelumnya ditopang penguatan saham-saham berkapitalisasi besar atau big caps, serta sektor basic materials dan consumer non-cyclicals.

Sentimen pasar domestik juga mulai membaik setelah kekhawatiran terhadap erupsi Gunung Anak Krakatau mereda. 

Sejumlah bandara yang sebelumnya terdampak kembali beroperasi sehingga memberikan sentimen positif bagi pasar.

Dari pasar komoditas, kenaikan harga tembaga, minyak, dan batu bara turut menjadi katalis bagi saham-saham berbasis komoditas.

Menurut Tim Riset BRI Danareksa Sekuritas pada Rabu, 9 September 2026 secara teknikal, IHSG kembali mendekati resistance di level 6.700 dengan momentum yang masih positif.

"Kami memperkirakan IHSG berpeluang menguji dan berkonsolidasi di area 6.600–6.700. Breakout 6.700 membuka peluang menuju 6.755, sementara 6.600 menjadi support terdekat," jelas tim riset.
 
Jika mampu menembus atau breakout level 6.700, IHSG berpeluang melanjutkan penguatan menuju 6.755. Sementara itu, level 6.600 menjadi support terdekat yang perlu diperhatikan investor.

CPI AS Jadi Katalis Berikutnya

Pergerakan IHSG selanjutnya tidak hanya ditentukan sentimen domestik. Investor juga akan mencermati rilis data inflasi Amerika Serikat atau Consumer Price Index (CPI) pada 11 September 2026.

"Katalis berikutnya mencakup CPI AS 11 September dengan konsensus headline 3,4 persen YoY dan core 2,4 persen YoY," sebutnya.

Selain itu, investor juga akan memantau pergerakan komoditas di tengah konflik Timur Tengah. 

Harga minyak yang kembali mendekati USD100 per barel berpotensi menopang saham energi, sementara tembaga yang mencetak rekor USD14.533 per ton mendukung saham metal.  


Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda

(ANN)


TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan