Ilustrasi. Foto: Medcom.id
Ilustrasi. Foto: Medcom.id

IHSG Dibuka Naik 0,30% ke 6.639, Ini Level yang Perlu Dicermati Investor

Annisa ayu artanti • 08 September 2026 10:05
Ringkasnya gini..
  • IHSG dibuka naik 0,30% ke 6.639,51 dan diperkirakan masih konsolidasi di kisaran 6.600-6.700.
  • Level 6.700 menjadi resistance penting, sedangkan 6.600 merupakan support yang perlu dipertahankan.
  • Investor menunggu data CPI AS 11 September yang berpotensi memengaruhi ekspektasi kebijakan The Fed.
Jakarta: Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali mengawali perdagangan di zona hijau pada Selasa pagi, 8 September 2026. Namun, penguatan ini belum sepenuhnya mengubah pola pergerakan IHSG yang masih berada dalam fase konsolidasi.

IHSG pada perdagangan awal hari dibuka naik 19,84 poin atau 0,30 persen ke level 6.639,51. Penguatan juga terlihat pada kelompok 45 saham unggulan, dengan indeks LQ45 naik 1,31 poin atau 0,20 persen ke posisi 657,73.

Pergerakan pasar saham hari ini menjadi menarik karena IHSG sebelumnya ditutup melemah 0,25 persen ke level 6.619,67, melanjutkan fase konsolidasi setelah reli pada pekan sebelumnya.

Tim Riset BRI Danareksa Sekuritas menjelaskan, tekanan berasal dari BBCA, BBRI, dan BMRI, sementara saham sektor kesehatan dan energi masih menjadi penopang. 

Sentimen domestik relatif positif dari kenaikan cadangan devisa menjadi USD146,5 miliar, meski perkembangan erupsi dan bencana masih menjadi perhatian sektoral. Secara teknikal, IHSG masih bertahan di atas MA20 dengan MACD positif, namun momentum mulai melandai. 

"Kami memperkirakan IHSG konsolidasi di kisaran 6.600–6.700, dengan 6.600 sebagai support dan 6.700 sebagai resistance," kata tim riset dalam riset hariannya, Selasa, 8 September 2026.

Menurutnya, breakout 6.700 membuka peluang penguatan lanjutan, sementara break 6.600 berisiko menuju 6.475-6.375.

Lebih lanjut, tim riset menuturkan katalis utama pekan ini adalah CPI AS pada 11 September, dengan konsensus headline 3,4 persen year on year (YoY) dan core 2,4 persen YoY. 

"Data inflasi akan menjadi penentu ekspektasi kebijakan The Fed setelah data tenaga kerja AS yang relatif solid, sehingga CPI di atas ekspektasi berpotensi menekan IHSG, sementara hasil yang lebih rendah dapat kembali meningkatkan risk appetite,"  jelas tim riset.

Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda

(ANN)


TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan