Ilustrasi. Foto: Medcom.id
Ilustrasi. Foto: Medcom.id

Jangan Takut Berinvestasi di Masa Pandemi

Ekonomi tips berinvestasi pandemi covid-19
Suci Sedya Utami • 19 Oktober 2020 21:03
Jakarta: Selama pandemi covid-19 merebak, simpanan dana dalam bentuk tabungan di bank meningkat. Semenjak pandemi merebak dan memperlambat kegiatan ekonomi, masyarakat lebih mencari langkah aman dalam mengelola keuangan.
 
Akibatnya, kegiatan investasi melambat. Selain berhati-hati, masih banyak masyarakat yang belum mengerti instrumen investasi yang bisa dipilih di masa pandemi.
 
Perencana Keuangan dari Halofina, Eko Priyo Pratomo dalam forum dialog bertema 'boleh hati-hati, tetapi tetap investasi' yang diselenggarakan di Media Center KPCPEN mengatakan selama ini investasi keuangan yang banyak diketahui orang yaitu deposito.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Padahal, sudah banyak produk investasi lain seperti obligasi pemerintah, sukuk, saham, dan investasi mata uang asing yang bisa menjadi pilihan. Bahkan, kata dia, masyarakat juga perlu belajar instrumen reksa dana.
 
"Jenis reksa dana ini banyak sekali, ada pasar uang, third protection, pendapatan tetap, ada campuran, ada saham, menurut saya ini bisa dilakukan orang kebanyakan," kata Eko, Senin, 19 Oktober 2020.
 
Ia mengatakan sebelum mulai berinvestasi perlu ditentukan dahulu tujuannya. Sehingga masyarakat bisa mengukur dan merencanakan investasi secara berkala.
 
Bagi masyarakat yang belum memiliki aset yang mencukupi untuk melakukan investasi, dalam kondisi seperti ini perlu untuk membangun dana darurat. Bisa berasal dari aset tabungan atau dari metode disiplin mengalokasikan anggaran 20 persen dari pemasukan bulanan.
 
"Golongan yang paling perlu berinvestasi justru adalah mereka yang belum memiliki aset tetapi punya kebutuhan masa depan. Berinvestasi itu bisa dipotong dari tabungan rutin tersebut. Misalnya untuk dana tabungan anak. Kita bisa berinvestasi mulai saat ini dengan memperhitungkan nilai inflasi empat persen per tahun," ujar Eko.
 
Tanpa adanya tujuan berinvestasi, sulit untuk menjaga motivasi disiplin menyisihkan sebagian penghasilan bulanan. Bahkan bagi masyarakat yang terdampak oleh pengurangan penghasilan maupun PHK, masih bisa mencari ide tambahan penghasilan untuk melakukan investasi, tentunya setelah memenuhi kebutuhan dasarnya terlebih dahulu.
 
"Bagi yang beruntung masih memiliki pekerjaan, mari mencoba hidup minimalis dan usahakan untuk tetap berinvestasi. Banyak instrumen yang sudah dikeluarkan pemerintah, kita masih punya kesempatan untuk berinvestasi kalau kita mampu untuk hidup minimalis," jelas Eko.  
 
 
(DEV)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif