Ilustrasi laba bersih Prodia. Foto : MI/Usman Iskandar.
Ilustrasi laba bersih Prodia. Foto : MI/Usman Iskandar.

Prodia Cetak Laba Bersih Rp122,28 Miliar di Kuartal III

Ekonomi prodia widyahusada pandemi covid-19
Annisa ayu artanti • 16 November 2020 19:43
Jakarta: PT Prodia Widyahusada Tbk (PRDA) berhasil mencatatkan laba bersih menjadi sebesar Rp122,28 miliar pada kuartal III-2020. Capaian tersebut didukung oleh pendapatan bersih yang tercatat sebesar Rp1,2 triliun dan laba bruto sebesar Rp654,54 miliar. Selain itu beban usaha juga mengalami penurunan hingga 13,13 persen menjadi Rp533,54 miliar dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai Rp614,18 miliar.
 
Direktur Utama Prodia Dewi Muliaty menjelaskan penurunan beban usaha didukung oleh upaya efisiensi yang dilakukan perseroan di tengah pandemi. Efisiensi diklaimnya telah dilakukan secara bijaksana tanpa mengurangi kualitas pelayanan dan produk tes laboratorium yang diberikan oleh Prodia.
 
"Di tengah kondisi pandemi covid-19 yang berdampak pada sebagian besar sektor usaha, kami masih dapat mencatatkan kinerja keuangan yang cukup baik pada kuartal III-2020," kata Dewi di Jakarta, Senin, 16 November 2020.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Dewi juga menuturkan, pihaknya terus berupaya untuk meningkatkan pendapatan menjaga arus kas, memaksimalkan produktivitas dan pengendalian biaya, serta terus fokus pada keunggulan operasional bisnis inti perseroan.
 
"Pemanfaatan teknologi dimanfaatkan guna meningkatkan layanan bagi pelanggan di tengah situasi pandemi ini terutama dalam merespon kebutuhan pelanggan untuk tes covid-19 mulai dari rapid test, tes serologi antibodi EIA, sampai PCR covid-19 ini," jelasnya.
 
Adapun, pada kuartal III-2020, total aset perseroan sebesar Rp2.069,91 miliar, yang terdiri dari aset lancar Rp 1.189,48 miliar dan aset tidak lancar menjadi Rp 880,43 miliar.
 
Sedangkan, total liabilitas menjadi Rp401,62 miliar, yang terdiri dari liabilitas jangka pendek Rp157,84 miliar dan liabilitas jangka panjang Rp 243,79 miliar.
 
Total ekuitas perseroan mengalami sedikit kenaikan menjadi Rp1.668,28 miliar. Dari sisi arus kas, perseroan berhasil mempertahankan arus kas bersih dari aktivitas operasi per 30 September 2020 dalam posisi surplus menjadi sebesar Rp 269,99 miliar.
 
Lebih lanjut dari segi segmen pelanggan, Dewi menuturkan, segmen pelanggan individu dan rujukan dokter menyumbang sekitar 62,7 persen kepada pendapatan perseroan. Sedangkan, segmen referensi pihak ketiga dan klien korporasi menopang sekitar 37,3 persen terhadap pendapatan perseroan.
 
Hingga akhir September 2020, perseroan telah melakukan lebih dari 533 ribu pemeriksaan terkait covid-19 yang terdiri atas tes serologi antibodi berbasis rapid test, tes serologi berbasis instrumen laboratorium (serologi EIA), dan tes PCR covid-19.
 
"Permintaan tes terkait covid-19 diprediksi akan terus dibutuhkan hingga tahun depan. Sejak dimulainya pemeriksaan covid-19 sampai dengan tanggal 30 September 2020, kami telah menerima permintaan pemeriksaan terkait covid-19 sekitar 464 ribu tes serologi antibodi (rapid test dan tes serologi EIA), dan 69 ribu tes PCR covid-19," pungkasnya.
 
(SAW)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif