Ilustrasi. FOTO: MI/Andri Widiyanto
Ilustrasi. FOTO: MI/Andri Widiyanto

IHSG Pagi Dibuka Menguat Sih, tapi...

Angga Bratadharma • 23 September 2022 09:25
Jakarta: Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan Jumat pagi atau di awal pekan dibuka menguat tapi tak berapa lama ambruk seiring minimnya sentimen positif baik dari dalam maupun luar negeri. Indeks acuan saham Indonesia tak berkutik usai The Fed dan Bank Indonesia menaikkan suku bunga acuan guna meredam potensi lonjakan inflasi.
 
IHSG Jumat, 23 September 2022, perdagangan pagi dibuka menguat ke posisi 7.219 dengan level tertinggi di 7.219 dan terendah di 7.185. Pagi ini volume perdagangan tercatat sebanyak 1,6 miliar lembar saham senilai Rp836 miliar. Sebanyak 210 saham menguat, sebanyak 164 saham tertekan, dan sebanyak 195 saham stagnan.
 
Sementara itu, Samuel Research Team memperkirakan IHSG pada hari ini bergerak labil seiring bervariasinya sentimen dari pasar global dan regional. Dari dalam negeri, update kasus covid-19 di Indonesia terdapat penambahan 2.162 kasus baru kemarin dengan daily positivity rate 6,31 persen. Recovery rate 97,2 persen dan kasus aktif 23.503 pada hari yang sama.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Selain itu, kemarin dilaporkan suku bunga BI naik 50 bps menjadi 4,25 persen. "Pagi ini pasar regional dibuka flat, Kospi minus 0,06 persen, sementara Nikkei libur nasional. IHSG diperkirakan sideways hari ini, seiring bervariasinya sentimen pasar global, regional, dan domestik," sebut Samuel Research Team.
Baca: Ini Biang Kerok yang Bisa Bikin Inflasi hingga 6%

Di sisi lain, bursa saham Amerika Serikat bergerak turun pada akhir perdagangan Kamis waktu setempat (Jumat pagi WIB). Pelemahan terjadi karena investor semakin khawatir pengetatan kebijakan agresif Federal Reserve dapat mendorong ekonomi ke dalam resesi.
 
Indeks Dow Jones Industrial Average turun 107,10 poin atau 0,35 persen menjadi 30.076,68. Kemudian S&P 500 melemah 31,94 poin atau 0,84 persen menjadi 3.757,99. Indeks Komposit Nasdaq turun 153,38 poin, atau 1,37 persen, menjadi 11.066,81.
 
Sebanyak sembilan dari 11 sektor utama S&P 500 berakhir merah, dengan sektor konsumen dan keuangan masing-masing turun 2,16 persen dan 1,66 persen, memimpin penurunan. Perawatan kesehatan dan kelompok layanan komunikasi memperoleh keuntungan sederhana.
 
Di sisi ekonomi, Departemen Tenaga Kerja melaporkan, klaim pengangguran awal AS, cara kasar untuk mengukur PHK, meningkat 5.000 menjadi 213 ribu untuk pekan yang berakhir 17 September. Ekonom yang disurvei oleh The Wall Street Journal memperkirakan klaim baru menjadi total 214 ribu.
 
Federal Reserve memutuskan untuk menaikkan suku bunga acuan sebanyak tiga perempat poin ketiga berturut-turut. Keputusan itu diambil karena bank sentral Amerika Serikat berkomitmen untuk meneruskan perjuangannya melawan inflasi yang masih panas.

 
(ABD)



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif