Ilustrasi papan pemantauan Khusus. Foto : Medcom/Angga.
Ilustrasi papan pemantauan Khusus. Foto : Medcom/Angga.

Ini 11 Kriteria Perusahaan yang Bakal Masuk Papan Pemantauan Khusus

Ekonomi investor BEI Pasar Modal PKPU Papan Pemantauan Khusus
Annisa ayu artanti • 07 Januari 2022 11:23
Jakarta: Bursa Efek Indonesia (BEI) tengah mengembangkan Papan Pemantauan Khusus. Perusahaan-perusahaan yang masuk dalam kriteria tertentu akan masuk dalam Papan Pemantauan Khusus tersebut.
 
Direktur Penilaian Perusahaan BEI I Gede Nyoman Yetna mengatakan Papan Pemantauan Khusus diadakan sebagai upaya perlindungan kepada investor. Terdapat 11 kriteria perusahaan yang akan masuk Papan Pemantauan Khusus.
 
"Pertama, harga rata-rata saham selama enam bulan terakhir di Pasar Reguler dan/atau Pasar Reguler Periodic Call Auction kurang dari Rp51," kata Nyoman kepada wartawan, dikutip Jumat, 7 Januari 2022.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Lalu, kedua perusahaan-perusahaan yang memperoleh opini disclaimer untuk laporan keuangan auditan. Ketiga, perusahaan yang tidak membukukan pendapatan atau tidak terdapat perubahan pendapatan pada laporan keuangan auditan atau laporan keuangan interim terakhir dibandingkan dengan laporan keuangan yang disampaikan sebelumnya.
 
Selain itu keempat, perusahaan yang masuk dalam Papan Pemantauan Khusus adalah perusahaan yang bergerak dalam bidang usaha pertambangan mineral dan batu bara (minerba) yang telah melaksanakan tahapan operasi produksi namun belum sampai tahapan penjualan atau yang belum memulai tahapan operasi produksi atau merupakan induk perusahaan yang memiliki perusahaan terkendali yang bergerak di bidang minerba yang telah melaksanakan tahapan operasi produksi namun belum sampai tahapan penjualan atau yang belum memulai tahapan operasi produksi. Kemudian pada akhir tahun buku keempat sejak tercatat di bursa belum memperoleh pendapatan dari kegiatan usaha utama.
 
"Kelima perusahaan yang Memiliki ekuitas negatif pada laporan keuangan terakhir," sebutnya.
 
Selanjutnya, perusahaan yang tidak memenuhi persyaratan untuk dapat tetap tercatat di Bursa sesuai dalam Peraturan I-A tentang Pencatatan Saham dan Efek Bersifat Ekuitas Selain Saham yang Diterbitkan Oleh Perusahaan Tercatat (untuk Papan Utama dan Papan Pengembangan) dan Peraturan I-V tentang Ketentuan Khusus Pencatatan Saham dan Efek Bersifat Ekuitas Selain Saham di Papan Akselerasi (untuk Papan Akselerasi).
 
Kedelapan, perusahaan dalam kondisi dimohonkan penundaan Kewajiban Pembayaran Utang (PKPU), pailit, atau pembatalan perdamaian yang berdampak material terhadap kondisi perusahaan tercatat.
 
Selanjutnya, kesembilan merupakan perusahaan yang memiliki anak perusahaan yang kontribusi pendapatannya material bagi Perusahaan Tercatat dan anak perusahaan tersebut dalam kondisi dimohonkan PKPU, pailit, atau pembatalan perdamaian.
 
"Sepuluh, perusahaan dikenakan penghentian sementara perdagangan Efek selama lebih dari 1 Hari Bursa yang disebabkan oleh aktivitas perdagangan. Kesebelas, kondisi lain yang ditetapkan oleh Bursa setelah persetujuan atau perintah OJK," ujarnya.
 
Namun demikian, Nyoman menambahkan, keberadaan saham perusahaan tercatat pada Papan Pemantauan Khusus tidak bersifat permanen.
 
"Apabila perusahaan mampu berada pada kondisi normal seperti tidak lagi berada pada ketentuan nomor 1 sampai dengan nomor 11 dan harga saham paling kurang Rp50, maka perusahaan dapat keluar dari Papan Pemantauan Khusus dan kembali pada papan pencatatan sebelumnya," jelasnya.
 
(SAW)


LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif