Ilustrasi token ASIX. Foto: dok ASIX.
Ilustrasi token ASIX. Foto: dok ASIX.

Akhirnya Token ASIX Listing, RI Diharap Jadi Pemain Besar Industri Kripto

Husen Miftahudin • 02 Maret 2022 22:18
Jakarta: CEO Indodax Oscar Darmawan mendukung penuh pengembangan ekosistem kripto di dalam negeri guna menjadikan Indonesia sebagai pemain besar dalam industri produk keuangan berbasis digital tersebut. Hal itu dilakukan agar Indonesia tidak hanya dijadikan sebagai pasar (market) kripto global.
 
"Harapannya, Indonesia menjadi penggerak dan pemain besar industri kripto dan blockchain baik itu dari sisi mining-nya (penambangan), pedagangnya, ataupun developer-nya (pengembang). Tidak hanya sebagai market," tegas Oscar dalam keterangan tertulis yang diterima Medcom.id, Rabu, 2 Maret 2022.
 
Salah satu dukungan tersebut dilakukan dengan memasukkan token kripto milik Anang Hermansyah, ASIX Token (ASIX) dalam platform jual beli aset kripto di Indodax. ASIX rencananya akan mulai diperdagangkan di Indodax mulai besok, atau Kamis, 3 Maret 2022.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Selain ASIX, pada saat yang bersamaan Indodax juga akan menambahkan tiga aset kripto lainnya untuk mulai diperdagangkan besok. Di antaranya adalah VeChain (VET), Convex Finance (CVX), dan Kunci Koin (KUNCI).
 
Oscar menekankan Indodax selalu mendukung para developer kripto dalam negeri dan orang-orang yang berkecimpung di industri blockchain untuk terus berkembang. Tak hanya itu, Indodax juga berkomitmen untuk terus mengedukasi para anggotanya terkait seluk beluk investasi kripto.
 
"Saya pikir Indonesia memiliki potensi yang luar biasa, dan melalui blockchain kita bisa memajukan Indonesia bahkan lebih maju daripada negara-negara maju. Ini merupakan kesempatan yang sangat baik di era industri 4.0," jelas Oscar.
 
Di sisi lain, ia menilai fenomena kripto dan blockchain di Tanah Air berkembang sangat masif. Sejauh ini ada banyak perusahaan yang siap mengembangkan aset kripto dan teknologi blockchain, seperti Metaverse, NFT, hingga Decentralized Finance (DeFi).
 
Selain itu, jumlah investor kripto di Indonesia juga berkembang sangat pesat dalam beberapa tahun terakhir, khususnya ketika masa pandemi covid-19 pada 2020. Kondisi tersebut membuat ekosistem blockchain di Indonesia sudah jauh berkembang dan mampu menyaingi negara lain.
 
"Banyak pengembang aset kripto dan blockchain di Indonesia. Bahkan, ada banyak perusahaan di Indonesia yang menyatakan untuk siap mengembangkan teknologi blockchain," tuturnya.
 
Pesatnya tren investasi aset kripto sejalan dengan peningkatan jumlah investornya. Berdasarkan data Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) Kementerian Perdagangan (Kemendag), jumlah investor kripto di akhir 2021 mencapai lebih dari 11 juta investor. Angka ini melesat jauh jika dibandingkan akhir 2020 yang hanya empat juta investor.
 
"Dari sini kita bisa memahami bahwasanya kripto adalah produk digital yang sangat potensial di Indonesia, dan komoditas digital ini diharapkan bisa menciptakan ekosistem investasi yang baru," tutup Oscar.
 
(AHL)


LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif