Ilustrasi. Foto : MI.
Ilustrasi. Foto : MI.

PTBA Optimistis Efisiensi Bantu Lolos dari Jeratan Pandemi

Ilham wibowo • 14 Juli 2020 12:02
Jakarta: PT Bukit Asam Tbk (PTBA) optimistis bisa lolos dari krisis ekonomi akibat pandemi covid-19 dengan mengedepankan langkah efisiensi di seluruh lini biaya produksi. Langkah itu dinilai paling efektif lantaran dihadapkan dengan tren penurunan harga jual batu bara tahun ini.
 
"Harga tidak bisa dikendalikan tapi biaya produksi kami melakukan efisiensi di segala lini, review proses bisnis, sudut mana yang masih bisa dilakukan efisiensi," kata Sekretaris Perusahaan PT Bukit Asam Apollonius Andwie dalam sebuah diskusi virtual, Selasa, 14 Juli 2020.
 
Efisiensi biaya produksi jadi fokus utama menjaga laba perusahaan tambang batu bara ini tetap bertumbuh. Sejauh ini PTBA telah membukukan pendapatan sebanyak Rp5,12 triliun hingga kuartal I-2020.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Volume penjualan batu bara pada kuartal I-2020 juga naik 2,1 persen dari 6,6 juta ton menjadi 6,8 juta ton. Kinerja perusahaan pun tercatat masih positif dari laba bersih yang diatribusikan kepada entitas induk pada kuartal I-2020 senilai Rp903,24 miliar.
 
"Perusahaan telah membentuk tim khusus efisiensi meninjau dan evaluasi untuk memberikan saran kepada manajemen bagaimana efisiensi bisa dilakukan secara optimal. Ini dibuktikan dari PTBA masih bisa membukukan laba," ungkap pria yang akrab disapa Polo ini.
 
Menurut Polo, pandemi covid-19 merupakan seleksi alam yang dihadapi industri tambang batu bara dunia. Perusahaan dengan biaya produksi lebih kompetitif akan tetap berdiri dan bertumbuh setelah pandemi berakhir.
 
"Saatnya seleksi alam, bagaimana perusahaan yang mampu keluar dari pandemi covid-19 ini akan jadi bagus kedepannya," tuturnya.
 
Selain efisiensi, PTBA juga terus melakukan penjajakan ke pasar baru di Asia seperti Vietnam, Brunei Darussalam, Thailand dan Pakistan. Meski jumlahnya dalam volume baru terbilang kecil, proyeksi pertumbuhan di masa mendatang dinilai cukup menjanjikan.
 
"Harapannya ini potensi pasar kedepan, kemudian batu bara PTBA bisa diterima dengan baik dan sampai saat ini tidak ada keluhan dari buyer baru," ungkapnya.
 
Adapun PTBA merencanakan target produksi batu bara sebanyak 30,3 juta ton pada 2020, naik empat persen dari realisasi tahun sebelumnya 29,1 juta ton. Perseroan juga menargetkan volume penjualan 2020 dapat naik menjadi 29,9 juta ton atau meningkat delapan persen dari realisasi penjualan batu bara pada 2019 sebanyak 24,7 juta ton.  
 
(SAW)


LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif