Ilustrasi. FOTO: MI/Andri Widiyanto
Ilustrasi. FOTO: MI/Andri Widiyanto

IHSG Pagi Ambruk, 227 Saham Merah

Angga Bratadharma • 10 Januari 2023 09:27
Jakarta: Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan Selasa pagi terpantau terpental ke area negatif. Kondisi itu terjadi di saat bursa saham global terutama Wall Street bervariasi usai The Fed diramal tak terlalu agresif menaikkan suku bunga guna meredam ledakan inflasi di Amerika Serikat (AS).
 
IHSG Selasa, 10 Januari 2023, perdagangan pagi dibuka tertekan ke posisi 6.630 atau melemah 57 poin, setara 0,86 persen ketimbang pembukaannya di posisi 6.688. Level tertinggi di 6.690 dan terendah di 6.623. Sebanyak 122 saham menguat, sebanyak 227 saham tertekan, dan sebanyak 200 saham tidak berubah.
 
Sementara itu, indeks-indeks utama Wall Street beragam pada akhir perdagangan Senin waktu setempat (Selasa pagi WIB). Kondisi itu terjadi karena ekspektasi Federal Reserve akan menjadi kurang agresif dengan kenaikan suku bunganya diimbangi oleh kekhawatiran tentang inflasi.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Indeks Dow Jones Industrial Average merosot 112,96 poin atau 0,34 persen, menjadi 33.517,65. Indeks S&P 500 turun 2,99 poin atau 0,08 persen menjadi 3.892,0. Indeks Komposit Nasdaq ditutup meningkat 66,36 poin atau 0,63 persen menjadi 10.635.
Baca: Tren Belanja di 2022 Versi Tokopedia

Investor sedang menunggu komentar Ketua Fed Jerome Powell pada Selasa waktu setempat (Rabu WIB), yang beberapa ahli strategi perkirakan dapat mengatakan lebih banyak waktu diperlukan untuk menunjukkan inflasi terkendali. Taruhan pasar uang menunjukkan peluang 77 persen untuk kenaikan 25 basis poin dalam pertemuan kebijakan Fed pada Februari.
 
Kepala Strategi Global LPL Financial Quincy Krosby mengatakan laporan harga konsumen yang akan dirilis Kamis, 12 Januari, bisa menjadi kunci untuk ekspektasi suku bunga. "Laporan IHK minggu ini akan menjadi penting untuk menyempurnakan pasar berjangka dana Fed," tuturnya.
 
Manajer Portofolio Kingsview Investment Management Paul Nolte menambahkan investor juga mungkin telah menjual beberapa saham setelah kenaikan pasar yang kuat baru-baru ini. "Anda melihat sedikit aksi ambil untung menjelang angka IHK yang akan dirilis minggu ini," ucapnya.
 
Sektor teknologi naik karena imbal hasil obligasi pemerintah turun. Saham konsumer non-primer juga naik, dengan Amazon.com Inc terangkat 1,5 persen setelah Jefferies mengatakan melihat tekanan biaya berkurang untuk raksasa e-commerce itu di paruh kedua tahun ini.
 
Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow akun google news Medcom.id
 
(ABD)



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif