Pedagang telur di pasar Jombang. Foto: Medcom.id/Farhan Dwitama.
Pedagang telur di pasar Jombang. Foto: Medcom.id/Farhan Dwitama.

Kenaikan Harga Telur Ayam Jadi Penyumbang Inflasi di Minggu Kedua November

Husen Miftahudin • 12 November 2022 11:30
Jakarta: Bank Indonesia (BI) memproyeksi Indeks Harga Konsumen (IHK) pada minggu kedua November 2022 terjadi inflasi sebesar 0,11 persen (mtm). Meskipun demikian, tingkat perkembangan harga pada bulan laporan ini diklaim berada pada level yang terkendali.
 
"Berdasarkan Survei Pemantauan Harga pada minggu kedua November 2022, diperkirakan inflasi sebesar 0,11 persen (mtm)," ungkap Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI Erwin Haryono dikutip dari rilis Perkembangan Indikator Stabilitas Nilai Rupiah, Sabtu, 12 November 2022.
 
Erwin menyampaikan, inflasi yang terjadi pada minggu kedua bulan ini terjadi karena adanya kenaikan harga pada sejumlah harga komoditas. Utamanya telur ayam ras yang mengalami kenaikan harga sebesar 0,02 persen.
 
Selanjutnya ada daging ayam ras, tempe, tomat, sawi hijau, jeruk, tahu mentah, minyak goreng, beras, bawang merah, air kemasan, dan rokok kretek filter yang masing-masing mengalami kenaikan harga sebesar 0,01 persen (mtm).
 
Sementara itu, komoditas yang mengalami deflasi (penurunan harga) pada periode minggu kedua November yaitu cabai merah sebesar 0,08 persen (mtm), cabai rawit sebesar 0,03 persen (mtm), bawang putih sebesar 0,01 persen (mtm).
 
Baca juga: Tekan Inflasi, Badan Pangan Nasional Gencarkan Gerakan Pangan Murah

 
Terkait hal tersebut, Erwin menekankan Bank Indonesia akan terus memperkuat koordinasi dengan pemerintah dan otoritas terkait. "Serta terus mengoptimalkan strategi bauran kebijakan untuk menjaga stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan guna mendukung pemulihan ekonomi lebih lanjut," paparnya.
 
Sebelumnya, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat Indonesia mengalami deflasi sebesar 0,11 persen pada Oktober 2022 secara bulanan (mtm) atau adanya penurunan Indeks Harga Konsumen (IHK) dari 112,87 pada September menjadi 112,75.
 
Penyumbang deflasi pada Oktober utamanya berasal dari penurunan harga komoditas pangan seperti cabai merah, telur ayam ras, daging ayam ras, cabai rawit, minyak goreng, tomat, dan bawang merah.
 
Dengan terjadinya deflasi pada Oktober, maka inflasi tahun kalender atau Oktober 2022 terhadap Desember 2021 tercatat sebesar 4,73 persen dan inflasi tahun ke tahun (yoy) Oktober 2022 terhadap Oktober 2021 sebesar 5,71 persen.
 
*Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow akun google news Medcom.id*
 
(HUS)



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif