Berdasarkan data pasar Investing pada pukul 09.02 WIB, pasangan mata uang Dollar AS menguat 0,07% atau bertambah 12,6 poin ke level Rp17.652,6 per dolar AS. Penguatan tersebut menunjukkan rupiah berada dalam tekanan terhadap mata uang Negeri Paman Sam.
Baca juga: Rupiah Dibuka Melemah Tipis ke Rp17.652 per Dolar AS |
Penguatan dolar AS juga tercermin dari pergerakan indeks DXY yang tercatat naik 0,20% atau 0,202 poin ke posisi 99,308. Sementara itu di tengah penguatan dolar AS, harga emas global justru bergerak positif. Harga emas spot atau XAU/USD tercatat naik 0,19% atau 8,10 poin ke level 4.306,90.
Sementara itu, pergerakan rupiah terhadap sejumlah mata uang utama dunia dan Asia cenderung bervariasi. Beberapa mata uang tercatat menguat terhadap rupiah pada perdagangan pagi ini.
Mata uang Dolar Singapura melemah 0,03% ke level Rp13.894,42. Kondisi tersebut mencerminkan penguatan tipis rupiah terhadap dolar Singapura. Mata uang Rupiah juga menguat terhadap ringgit Malaysia yang turun 0,11% ke level Rp4.331,18.
Pergerakan serupa terlihat pada yuan China yang turun 0,06% ke level Rp2.630,41. Sementara itu, baht Thailand terhadap rupiah (THB/IDR) tercatat turun 0,06% ke level Rp531,421. Penguatan rupiah juga terlihat menguat terhadap yen Jepang yang turun 0,22% ke level Rp114,14.
Adapun pergerakan paling signifikan di antara mata uang Asia dalam daftar tersebut terjadi pada won Korea Selatan yang turun 0,45% ke level Rp13,0499.
Dengan demikian, rupiah masih menghadapi tekanan terhadap dolar AS pada awal perdagangan pagi ini. Namun, mata uang Garuda menunjukkan penguatan terhadap sejumlah mata uang utama Asia. Kemudian laju mata uang Euro terhadap rupiah terpantau stagnan di level Rp20.405,0 dengan perubahan 0,00%.
Pergerakan rupiah selanjutnya masih akan dipengaruhi dinamika dolar AS serta sentimen pasar global yang berkembang sepanjang perdagangan hari ini.