Direktur Finance & Strategy BSI, Ade Cahyo Nugroho dalam diskusi Metro TV Sharia Economic Forum di The Tribrata Hotel, Jakarta, Kamis, 12 Februari 2026.
Direktur Finance & Strategy BSI, Ade Cahyo Nugroho dalam diskusi Metro TV Sharia Economic Forum di The Tribrata Hotel, Jakarta, Kamis, 12 Februari 2026.

Cara BSI Genjot Tabungan Emas untuk Semua Lapisan Masyarakat

Arif Wicaksono • 12 Februari 2026 12:32
Ringkasnya gini..
  • Salah satu inovasi BSI yang mendapatkan perhatian luas adalah tabungan emas. Dengan nominal mulai dari Rp50.000, produk ini memungkinkan masyarakat, termasuk pekerja harian, memulai investasi emas. Menurut Cahyo, pendekatan ini efektif untuk meningkatkan literasi sekaligus akses investasi.
  • Cahyo menegaskan, transaksi besar tidak diizinkan. Tujuannya bukan mendorong konsumtif, tetapi membangun kebiasaan menabung dan investasi sejak awal.
Jakarta: Bank Syariah Indonesia (BSI) terus mendorong inklusi keuangan syariah dengan inovasi produk yang dapat diakses seluruh lapisan masyarakat. 
 
Direktur Finance & Strategy BSI, Ade Cahyo Nugroho, menekankan upaya ini bertujuan tidak hanya untuk investasi, tetapi juga menanamkan budaya menabung dan berbagi sejak dini.
 
“Keinginan masyarakat untuk merencanakan masa depan, pendidikan yang lebih baik, dan berbagi itu masih ada,” kata Cahyo.
 

 “Hanya saja, daya beli masyarakat relatif rendah. Itu sebabnya kami menerapkan konsep ‘small ticket size business’ atau bisnis sasetan, yang memungkinkan siapa pun memulai investasi dengan nominal kecil.” tegas dia.

Salah satu inovasi BSI yang mendapatkan perhatian luas adalah tabungan emas. Dengan nominal mulai dari Rp50.000, produk ini memungkinkan masyarakat, termasuk pekerja harian, memulai investasi emas. Menurut Cahyo, pendekatan ini efektif untuk meningkatkan literasi sekaligus akses investasi.
 
“Supir ojek pun bisa mulai membeli emas. Respon masyarakat luar biasa. Dalam delapan bulan terakhir, jumlah nasabah meningkat hampir lima kali lipat, mencapai hampir 700 ribu pengguna. Tahun ini, target kami adalah 2 juta nasabah,” ujarnya.
 
Cahyo menegaskan, transaksi besar tidak diizinkan dalam skema tabungan emas. Hal ini karena tabungan emas ini bukan mendorong konsumtif, tetapi membangun kebiasaan menabung dan investasi sejak awal. 
 
“BSI juga tak mengizinkan transaksi besar-besaran. Justru kita ingin mendorong orang yang punya modal kecil mulai berpikir untuk membeli emas. Ini juga mendidik masyarakat untuk belajar investasi sejak awal,” tegas dia. 
 
Selain produk tradisional seperti tabungan haji, wakaf, dan sukuk, emas menjadi alternatif yang lebih mudah diakses. 
 
“Kita ingin menjangkau semua segmen, termasuk mereka yang baru bisa memulai dari nominal kecil,” tegas dia.
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(SAW)


TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan