"Dari seluruh pipeline IPO saham yang telah disampaikan sebelumnya, belum terdapat perusahaan yang merupakan unicorn dan BUMN dan entitas anak," kata Direktur Penilaian Perusahaan BEI, I Gede Nyoman Yetna Setia, Jumat, 30 April 2021.
Nyoman menyebut per 28 April 2021 terdapat 22 perusahaan dalam pipeline pencatatan saham BEI dan kini masih menjalani proses evaluasi BEI.
"Terdapat satu calon perusahaan yang diperkirakan melantai di bursa pada Mei 2021," sebutnya.
Lebih lanjut, berdasarkan besaran aset perusahaan Nyoman menjelaskan, sebanyak enam perusahaan memiliki aset berskala kecil atau di bawah Rp50 miliar. Kemudian 10 perusahaan beraset skala menengah atau di antara Rp50 miliar hingga Rp250 miliar.
Lalu, sebanyak enam perusahaan memiliki aset berskala besar atau diatas Rp250 miliar. Adapun sektor usaha perusahaan beraset besar tersebut adalah properties dan real estate, consumer cyclicals, financial, healthcare, consumer non-cyclicals, dan energi.
Sementara jika dirinci, 22 emiten yang saat ini ada dalam daftar IPO bursa adalah dua perusahaan merupakan dari sektor basic material, dua perusahaan dari sektor industri, satu perusahaan dari sektor transportasi dan logistik, tiga perusahaan dari sektor consumer non-cyclical, enam perusahaan dari sektor consumer cyclical.
Kemudian, dua perusahaan dari sektor properti, dua perusahaan dari sektor teknologi, satu perusahaan dari sektor kesehatan, dua perusahaan dari sektor energi, serta satu perusahaan dari sektor keuangan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News