| Baca juga: Investor Sibuk Wait and See, Rupiah Turun Tipis |
Nilai tukar (kurs) rupiah terhadap dolar AS yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada Rabu pagi, menguat 21 poin atau 0,14 persen menjadi Rp15.505 per USD dari sebelumnya sebesar Rp15.526 per USD.
Dari dalam negeri laju rupiah tertolong aksi pemerintah yang telah menyelenggarakan lelang tujuh seri Surat Utang Negara (SUN), antara lain seri SPN03241204 (new issue), SPN12250904 (new issue), FR0104 (reopening), FR0103 (reopening), FR0098 (reopening), FR0097 (reopening), dan FR0102 (reopening).
Jumlah penawaran yang masuk mencapai Rp45,48 triliun, sedangkan total yang dimenangkan sebesar Rp22 triliun.
Sementara itu dolar AS tertekan setelah yield obligasi Amerika Serikat (AS) tenor 10 tahun turun ke 0,005 persen. Kemudian yield obligasi AS tenor 30 tahun turun ke 0,001 persen. Kemudian yield obligasi AS tenor lima tahun turun ke 0,012 persen. Lalu yield obligasi AS tenor dua tahun turun ke 0,021 persen.
Dikutip dari Investing, Rabu 4 September 2024, Indeks dolar, yang mengukur greenback terhadap sekeranjang mata uang termasuk yen dan euro, turun 0,12 persen menjadi 101,64.
Stabilitas pasar keuangan domestik
Ekonom Senior Bank Mandiri Reny Eka Putri mengatakan stabilitas pasar keuangan domestik akan tetap terjaga hingga akhir 2024 didukung fundamental ekonomi yang solid."Kestabilan pasar domestik diperkirakan akan terjaga karena fundamental ekonomi yang solid dan berlanjutnya capital inflow yang kembali masuk ke pasar dalam negeri sejalan kepastian pemangkasan suku bunga The Fed," kata Reny dikutip dari Antara.
Fundamental ekonomi tersebut meliputi antara lain perekonomian Indonesia yang mencatatkan pertumbuhan di tengah ketidakpastian global, yakni sebesar 5,08 persen pada semester I 2024, inflasi yang terkendali, dan surplus neraca perdagangan.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), Indeks Harga Konsumen (IHK) Agustus 2024 mengalami deflasi sebesar 0,03 month to month (mtm), sehingga secara tahunan tercatat relatif stabil sebesar 2,12 persen year on year (yoy) dari realisasi bulan sebelumnya sebesar 2,13 persen (yoy).
Neraca perdagangan Indonesia juga terus mengalami surplus hingga 50 bulan beruntun sejak Mei 2020, dengan nilai keuntungan di periode Juni 2024 sebesar USD2,39 miliar.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News