BI Beli SBN Rp172,5 Triliun Demi Jaga Rupiah. Foto: MI/Ramdani
BI Beli SBN Rp172,5 Triliun Demi Jaga Rupiah. Foto: MI/Ramdani

BI Beli SBN Rp172,5 Triliun Demi Jaga Rupiah

Ekonomi bank indonesia surat utang kurs rupiah
Husen Miftahudin • 31 Maret 2020 18:23
Jakarta: Bank Indonesia (BI) mengaku telah membeli Surat Berharga Negara (SBN) sebanyak Rp172,5 triliun untuk menjaga stabilisasi nilai tukar rupiah di tengah merebaknya pandemi virus korona (covid-19). Sebagian besar uang tersebut digunakan bank sentral untuk membeli SBN yang dilepas investor asing di pasar sekunder.
 
"Sebanyak Rp166,2 triliun itu kami membeli SBN dari pasar sekunder yang memang dilepas oleh investor asing. Itu yang kami lakukan," ujar Gubernur BI Perry Warjiyo dalam telekonferensi dari kantor pusat Bank Indonesia, Jakarta, Selasa, 31 Maret 2020.
 
Perry menegaskan Bank Indonesia akan terus melakukan stabilisasi nilai tukar rupiah dengan menjaga mekanisme pasar melalui langkah triple intervention. Di antaranya melalui intervensi di pasar spot, domestic non deliverable forward (DNDF), dan pembelian SBN dari pasar sekunder.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Kami terus berada di pasar untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah melalui triple intervention yakni spot, DNDF, dan pembelian SBN dari pasar sekunder dan berkordinasi dengan pemerintah," ungkap dia.
 
Langkah itu dilakukan Bank Indonesia lantaran derasnya aliran modal asing yang keluar (capital outflow) dari pasar keuangan domestik imbas merebaknya pagebluk covid-19.
 
Secara total Indonesia mencatatkan kehilangan modal asing sebanyak Rp145,1 triliun pada tiga bulan pertama tahun ini sehingga mata uang Garuda bergejolak signifikan.
 
Angka itu lebih baik karena pasar keuangan domestik kembali mendapat dana asing yang masuk (capital inflow) dalam sepekan terakhir melalui lelang SBN sebanyak Rp22,2 triliun dari target Rp15 triliun.
 
Padahal selama masa menyebarnya covid-19 ke seluruh negara di dunia pada periode 20 Januari hingga 30 Maret 2020, Indonesia kehilangan dana asing sebesar Rp167,9 triliun.
 
Dana-dana asing yang 'pulang kampung' selama periode merebaknya covid-19 itu berasal dari outflow Surat Berharga Negara (SBN) sebanyak Rp153,4 triliun. Selain itu dari outflow saham sebesar Rp13,4 triliun, sisanya dari penjualan Sertifikat Bank Indonesia (SBI).
 
Namun demikian langkah-langkah yang dilakukan bank sentral di berbagai negara selama sepekan terakhir membuat nilai tukar rupiah kembali berotot. Sebab mekanisme pasar keuangan global bergerak secara baik termasuk supply demand valuta asing (valas).
 
"Sehingga hari ini rupiah diperdagangkan di sekitar Rp16.350 per USD. Oleh karena itu saya berterima kasih kepada pelaku pasar, dari perbankan maupun juga dari para investor dan para eksportir," tutup Perry.
 

(DEV)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif