PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) mencatat kinerja positif seiring dengan membaiknya pertumbuhan ekonomi. Foto : MI.
PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) mencatat kinerja positif seiring dengan membaiknya pertumbuhan ekonomi. Foto : MI.

Tumbuh 70%, Bank Mandiri Cetak Laba Rp10 Triliun di Kuartal I-2022

Ekonomi Bank Mandiri BUMN Perbankan Ekonomi Indonesia Kredit Perbankan
Annisa ayu artanti • 27 April 2022 16:44
Jakarta: PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) mencatat kinerja positif seiring dengan membaiknya pertumbuhan ekonomi. Direktur Utama Bank Mandiri Darmawan Junaidi mengatakan BMRI membukukan laba pada kuartal I-2022 sebesar Rp10 triliun.
 
"Bank Mandiri mencetak laba bersih konsolidasi sepanjang kuartal I-2022 sebesar Rp10 triliun atau tumbuh 70 persen secara tahunan," kata Darmawan dalam konferensi pers, Rabu, 27 April 2022.
 
Ia menjelaskan, kinerja bisnis yang baik tersebut didorong oleh pertumbuhan kredit yang secara konsolidasi sebesar 8,93 persen secara year on year (YoY) mencapai Rp1.072,9 triliun pada kuartal I-2022.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Pertumbuhan kredit ini lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan industri yang sebesar 6,65 persen yoy," ucapnya.
 
Pertumbuhan kredit tersebut juga selaras dengan penghimpunan dana pihak ketiga (DPK) Bank Mandiri yang menembus Rp1.269 triliun atau tumbuh 7,42 persen YoY. Pertumbuhan DPK tersebut ditopang oleh digitalisasi lewat Livin’ by Mandiri yang meningkatkan dana murah atau current account and saving account (CASA) bank only yang tumbuh 10,93 persen YoY menjadi Rp748,6 triliun dengan rasio CASA mencapai 75, persen.
 
Menurutnya, realisasi ini mendorong pertumbuhan aset Bank Mandiri di akhir kuartal pertama 2022 menjadi Rp 1.734,1 triliun, tumbuh sebesar 9,47 persen secara tahunan.
 
Darmawan mengungkapkan, pencapaian tersebut merupakan hasil dari eksekusi strategi secara disiplin dan prudent yang dimaksimalkan perseroan dalam dua tahun terakhir.
 
"Berbagai inisiatif digital yang telah dilakukan menurutnya turut berhasil memberikan dampak positif kepada core business perseroan termasuk memperluas akses Bank Mandiri ke pasar serta ekosistem digital," jelasnya.
 
Lewat inisiatif tersebut, Bank Mandiri juga mampu meningkatkan efisiensi yang tercermin dari posisi rasio beban operasional terhadap pendapatan operasional (BOPO) di level 56,37 persen, jauh di bawah rata-rata industri.
 
Lebih lanjut, Darmawan menambahkan, pertumbuhan kredit Bank Mandiri juga telah merata di berbagai segmen. Segmen wholesale yang menjadi core competence Bank Mandiri mampu tumbuh tujuh persen secara yoy, atau mencapai Rp549,8 triliun di akhir Maret 2022.
 
Di samping itu, berkat implementasi bisnis ke arah digital pertumbuhan kredit ritel Bank Mandiri juga mampu menorehkan pencapaian positif.
 
Tercatat hingga kuartal I-2022 total kredit ritel Bank Mandiri mencapai Rp292,5 triliun, tumbuh signifikan 10,37 persen secara YoY, terutama didorong oleh segmen mikro produktif yang tumbuh 19,69 persen YoY dan SME yang tumbuh 10,97 persen YoY.
 
Pencapaian segmen Mikro terutama ditopang oleh penyaluran kredit usaha rakyat (KUR) Bank Mandiri sebesar Rp10,49 triliun per Maret 2022. Realisasi tersebut setara dengan 26,2 persen dari total plafon KUR yang ditugaskan oleh pemerintah, yakni sebesar Rp40 triliun sepanjang 2022.
 
"Dalam mendorong ekspansi kredit, Bank Mandiri senantiasa memprioritaskan prinsip kehati-hatian. Hasilnya, rasio kredit bermasalah atau non performing loan (NPL) kami terus membaik. NPL gross secara konsolidasi mampu dijaga pada level rendah 2,66 persen per Maret 2022, menurun 49 basis poin (bps) dari posisi yang sama tahun sebelumnya," pungkasnya.
 
(SAW)


LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif