Direktur Utama Bank Neo Commerce Tjandra Gunawan. FOTO: Medcom.id/Angga Bratadharma
Direktur Utama Bank Neo Commerce Tjandra Gunawan. FOTO: Medcom.id/Angga Bratadharma

Rights Issue Bank Neo Commerce Oversubscribed 400%

Ekonomi Perbankan Bank Neo Commerce Bank Digital right issue
Angga Bratadharma • 23 Desember 2021 08:59
Jakarta: Penerbitan saham baru PT Bank Neo Commerce Tbk mengalami kelebihan permintaan (oversubscribed). Peminat saham ini cukup tinggi dan terlihat dari terjadinya kelebihan pemesanan saham pada Penambahan Modal dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD) V hingga hingga 679 juta lembar saham atau setara Rp882,5 miliar.
 
Jumlah saham yang ditawarkan dalam HMETD V ini sebanyak 1.927.162.193 lembar saham dengan nilai pelaksanaan Rp1.300 untuk setiap saham. Dengan demikian, jumlah dana yang akan diterima adalah sebesar Rp2,50 triliun.
 
Direktur Utama Bank Neo Commerce Tjandra Gunawan mengatakan rights issue mengalami oversubscribed akibat semakin tumbuhnya kepercayaan masyarakat terhadap kinerja Bank Neo Commerce dalam 10 bulan terakhir, utamanya setelah berhasil bertransformasi menjadi bank digital.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Dengan jumlah nasabah yang hingga pertengahan Desember mencapai 12,7 juta nasabah. Rights issue ini berhasil menarik para investor baru, sedangkan investor lama tetap berpartisipasi penuh dalam aksi korporasi ini," kata Tjandra, dalam keterangan tertulisnya, Kamis, 23 Desember 2021.
 
Pada 2021 ini, tambahnya, Bank Neo Commerce mengalami dua kali oversubscribed pada HMETD IV dan HMETD V. Tingginya minat masyarakat untuk memiliki saham Bank Neo Commerce merupakan bentuk tumbuhnya kepercayaan dari berbagai tahapan transformasi menjadi bank digital.
 
"Raihan ini penting karena berarti Bank Neo Commerce telah berhasil meraih modal inti melebihi dari ketentuan yang dipersyaratkan oleh OJK," ujar Tjandra.
 
Adapun dana yang diperoleh dari hasil PUT V, seluruhnya akan digunakan untuk modal kerja pengembangan usaha perseroan berupa investasi teknologi informasi, penyaluran kredit, kegiatan operasional perbankan lainnya, serta penguatan permodalan.
 
Pada akhir periode pelaksanaannya pemegang saham perseroan sampai dengan 14 Desember 2021 antara lain PT Akulaku Silvrr Indonesia dengan kepemilikan sebesar 24,98 persen, PT Gozco Capital 15,64 persen, Rockcore Financial Technology Co Ltd 6,12 persen, Yellow Brick Enterprise Ltd 5,17 persen, dan sisanya pemegang saham publik 48,08 persen.
 
Bank Neo Commerce, yang sebelumnya dikenal sebagai Bank Yudha Bhakti, merupakan bank nasional yang telah berkiprah selama 30 tahun di dunia perbankan di Indonesia. Sejak 2019, Akulaku mulai menjadi pemegang saham Bank Neo Commerce (BBYB), dan di 2020, Bank Neo Commerce bertransformasi menjadi bank digital.
 
(ABD)


LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif