Ilustrasi. Foto: MI/Yuniar
Ilustrasi. Foto: MI/Yuniar

Kasus Covid-19 Terkendali, Penjualan Eceran Kuartal IV-2021 Diyakini Bakal Meroket

Ekonomi Bank Indonesia Penjualan Eceran kasus covid turun
Husen Miftahudin • 11 Januari 2022 14:28
Jakarta: Bank Indonesia (BI) memprakirakan kinerja penjualan eceran pada kuartal IV-2021 meningkat dibandingkan kuartal sebelumnya. Indeks Penjualan Eceran kuartal IV-2021 diprakirakan terakselerasi 8,7 persen year on year (yoy), meningkat dari negatif 2,4 persen (yoy) pada kuartal III-2021 dan negatif 16,8 persen (yoy) pada kuartal IV-2020.
 
"Peningkatan tersebut terjadi pada seluruh kelompok yang dipantau, terutama Kelompok Bahan Bakar Kendaraan Bermotor serta Makanan, Minuman, dan Tembakau, sejalan dengan pelonggaran PPKM secara bertahap sejak Oktober 2021 dan kasus covid-19 yang terkendali sehingga mendorong aktivitas masyarakat," terang Survei Penjualan Eceran (SPE) November 2021, Selasa, 11 Januari 2022.
 
Adapun penjualan eceran di mayoritas kota cakupan survei masih berada dalam fase ekspansi pada November 2021. Pertumbuhan bulanan tertinggi terjadi di Surabaya sebesar 6,5 persen month to month (mtm), meningkat dibandingkan 3,3 persen (mtm) pada Oktober 2021.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Sementara itu, penjualan eceran di Manado dan Makassar masing-masing tercatat tumbuh 5,9 persen (mtm) dan 1,4 persen (mtm), meski tidak setinggi 12,5 persen (mtm) dan 2,8 persen (mtm) pada bulan sebelumnya.
 
Secara tahunan, penjualan eceran periode November 2021 tercatat meningkat di sejumlah kota. Peningkatan tertinggi terjadi di Surabaya dan Manado masing-masing 33,2 persen (yoy) dan 10,4 persen (yoy), lebih tinggi dari 29,7 persen (yoy) dan 6,9 persen (yoy) pada Oktober 2021.
 
Di sisi lain, beberapa kota lainnya mencatat perbaikan kinerja penjualan meski masih pada fase kontraksi yaitu Semarang (termasuk Purwokerto), Bandung, dan Makassar dari bulan sebelumnya sebesar minus 18,8 persen (yoy), minus 13,0 persen (yoy), dan minus 10,1 persen (yoy) menjadi minus 14,5 persen (yoy), minus 8,8 persen (yoy), dan minus 8,1 persen (yoy) pada November 2021.
 
Sedangkan pada Desember 2021, penjualan eceran diprakirakan meningkat secara bulanan pada mayoritas kota yang disurvei. Seluruh kota sudah berada dalam fase ekspansi, dengan peningkatan tertinggi diprakirakan terjadi di Semarang (termasuk Purwokerto) 4,0 persen (mtm), diikuti Banjarmasin 2,3 persen (mtm), dan Jakarta 3,4 persen (mtm).
 
Secara tahunan, penjualan eceran menunjukkan perlambatan di sejumlah kota yang dipantau, antara lain Surabaya dengan indeks sebesar 30,3 persen (yoy) dan Medan sebesar 10,5 persen (yoy).
 
"Sementara, penjualan eceran di Jakarta dan Makassar mencatat perbaikan kinerja penjualan meski keduanya masih terkontraksi masing-masing sebesar negatif 20,3 persen (yoy) dan negatif 7,9 persen (yoy)," pungkas survei Bank Indonesia tersebut.
 
 
(DEV)


LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif