Ilustrasi. Foto: Medcom.id
Ilustrasi. Foto: Medcom.id

Kemenkeu Pamer Perkembangan Ekonomi dan Keuangan Syariah RI di Dubai Expo

Husen Miftahudin • 26 Desember 2021 16:08
Dubai: Kementerian Keuangan (Kemenkeu) memamerkan sejumlah langkah dan strategi pengembangan ekonomi syariah Indonesia di Dubai Expo 2020, Uni Emirat Arab. Langkah dan strategi tersebut dimulai dari penerbitan Masterplan Arsitektur Keuangan Syariah Indonesia (MAKSI) pada 2015, ditindaklanjuti dengan pembentukan Komite Nasional Keuangan Syariah (KNKS) pada 2016.
 
Kemudian KNKS berubah menjadi Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah (KNEKS) di 2020. Hingga di akhir 2019, KNEKS bersama dengan pemangku kepentingan menyusun Rencana Implementasi Pengembangan Ekonomi Syariah Indonesia 2020-2024 sebagai rujukan atau referensi bagi kementerian/lembaga maupun institusi terkait dalam melaksanakan rencana pengembangan ekonomi syariah di Indonesia.
 
Staf Ahli Menteri Keuangan bidang Ekonomi Makro dan Keuangan Internasional Wempi Saputra menyampaikan untuk memperkuat fondasi ekonomi Islam, pemerintah terus membangun dan memperkuat ekosistem keuangan dan ekonomi syariah nasional.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Kami memiliki empat kelompok ekosistem, yakni keuangan komersial, keuangan sosial, industri halal, dan komunitas publik. Keempat klaster ini mendukung berbagai bidang usaha di masyarakat mulai dari UMKM hingga korporasi," ujar Wempi dikutip dari siaran persnya, Minggu, 26 Desember 2021.
 
Menurutnya, ekosistem keuangan dan ekonomi syariah nasional membutuhkan dukungan dari Sumber Daya Manusia (SDM), penelitian dan pengembangan, regulasi, branding, serta teknologi digital.
 
Ia juga menambahkan bahwa salah satu temuan penelitian mengenai peran perbankan syariah bagi industri perbankan secara keseluruhan di Indonesia adalah keberadaan bank syariah yang tidak berdampak pada profitabilitas, tetapi juga membuat perbankan di Indonesia secara keseluruhan lebih stabil.
 
"Struktur portofolio pembiayaan bank syariah telah memberikan kontribusi terhadap stabilitas industri perbankan secara keseluruhan. Hal ini merupakan pertanda baik dan potensi yang baik bagi perkembangan ekonomi inklusif Islam di Indonesia, bahwa perbankan syariah dan konvensional dapat membawa sinergi yang baik untuk memajukan perekonomian dan keuangan nasional di Indonesia," tuturnya.
 
Selain memperkenalkan perkembangan ekonomi dan keuangan syariah di Indonesia, Wempi juga mengungkapkan bahwa sumber daya manusia memegang peran penting untuk mengembangkan ekonomi dan keuangan syariah di Indonesia.
 
"Seiring dengan program tersebut, kami menyadari bahwa kualitas sumber daya manusia sangat dibutuhkan. Mereka harus kompetitif, gesit, dan memiliki kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan," urai dia.
 
Wempi menekankan, kepercayaan dan kesempatan kepada generasi muda Indonesia yang cerdas dan kreatif berpotensi tinggi dapat menyukseskan berbagai bidang untuk mendapatkan literatur ekonomi syariah sejak dini.
 
"Dari minat mempelajari ekonomi dan keuangan syariah, melakukan berbagai penelitian dan pengembangan, hingga akhirnya bersama-sama mengembangkan ekonomi syariah di Indonesia dan memberikan dampak yang baik bagi dunia," pungkas Wempi.
 
(DEV)


LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif