Ilustrasi kantor Bursa Efek Indonesia - - Foto: AFP/ Adek Berry
Ilustrasi kantor Bursa Efek Indonesia - - Foto: AFP/ Adek Berry

BEI Pede Makin Banyak Unicorn Bakal Melantai di Bursa

Antara • 07 Februari 2022 13:55
Jakarta: PT Bursa Efek Indonesia (BEI) optimistis akan lebih banyak perusahaan rintisan dengan valuasi lebih dari USD1 miliar alias unicorn yang akan melantai di pasar modal.
 
Belum lama ini Otoritas Jasa Keuangan (OJK) telah memberlakukan aturan Saham dengan Hak Suara Multipel (SHSM) serta penyesuaian Peraturan Bursa No I-A tentang Pencatatan Saham dan Efek Bersifat Ekuitas oleh BEI.
 
Direktur Penilaian Perusahaan BEI I Gede Nyoman Yetna mengatakan tujuan dari inisiatif tersebut adalah untuk memberikan pintu yang luas bagi perusahaan dari sektor ekonomi baru untuk dapat tercatat di bursa.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Kita lakukan penyesuaian terhadap Peraturan Pencatatan Saham No I-A. Kita sadar ada perubahan dan perkembangan model bisnis yang kategorinya new economy," ujar Nyoman dalam keterangan resminya, Senin, 7 Februari 2022.
 
Nyoman menyampaikan, proyeksi perusahaan dari sektor new economy untuk meramaikan pasar modal Indonesia cukup tinggi. Apalagi Indonesia saat ini adalah penghasil perusahaan dengan valuasi unicorn terbanyak di ASEAN yaitu sebanyak sembilan dari 15 unicorn berasal dari Indonesia.
 
Sementara itu, tidak kurang dari 37 centaur, perusahaan rintisan dengan valuasi antara USD100 juta hingga USD1 miliar atau 38 persen dari jumlah centaur di Asia Tenggara berasal dari Indonesia.
 
"Kita sudah bertemu dengan sekitar 50 unicorn dan centaur di Indonesia, 15 di antaranya telah menyatakan rencana go public. Tentu ini hal yang menggembirakan bagi kita," terang Nyoman.
 
Nyoman menambahkan melalui Peraturan No I-A Bursa memperkenalkan mekanisme perpindahan papan yang dinamis, dengan mengakomodasi adanya promosi dan demosi, memberikan notasi khusus bagi perusahaan dengan karakteristik tertentu, serta penyesuaian definisi free float dengan melihat bagaimana penerapan bursa-bursa global.

 
"Tujuan dari penyesuaian Peraturan Bursa No I-A antara lain untuk menjaga competitiveness kita setelah dilakukan benchmarking dengan bursa global, serta menegaskan discrepancy persyaratan antar-papan pencatatan yang belum dibedakan secara signifikan," terang Nyoman.
 
Dengan disesuaikannya peraturan tersebut, Nyoman berharap BEI dapat lebih kompetitif dengan bursa global, dengan meningkatkan jumlah perusahaan tercatat namun tetap memperhatikan kualitas perusahaan tercatat.
 
"Manfaat terhadap perubahan peraturan ini juga dapat meningkatkan perlindungan investor publik serta meningkatkan likuiditas saham di BEI," pungkas dia.

 
(Des)


LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif