Mata uang rupiah. Foto: MI.
Mata uang rupiah. Foto: MI.

Rupiah Masih Diuji, Dolar AS Udah Dekati Level Rp18.100

Arif Wicaksono • 13 Juli 2026 09:08

Jakarta: Nilai tukar Rupiah terhadap mayoritas mata uang asing terpantau melemah cukup dalam pada perdagangan pagi ini. Mata uang Garuda harus rela tertekan oleh keperkasaan Dolar Amerika Serikat (AS) dan Euro.

Melansir data pasar spot pada Senin pagi, 13 Juli 2026, mata uang dollar AS bergerak menguat 0,25 persen atau bertambah 45,8 poin ke level Rp18.081,4. Penguatan Greenback ini sejalan dengan Indeks Dolar AS (DXY)  yang merangkak naik ke posisi 100,915 (naik 0,15 persen).

Tidak hanya Dolar AS, Rupiah juga keok meladeni Euro yang melesat 0,30 persen ke level Rp20.664,0.  Di kawasan Asia, Rupiah juga tak berdaya menahan gempuran Yuan China yang naik 0,14% ke Rp2.667,05) dan Dolar Singapura naik 0,04% ke Rp13.979,32).

Meski demikian, Rupiah masih mencatatkan penguatan tipis terhadap beberapa mata uang lain seperti Yen Jepang dengan turun 0,01% ke Rp111,62. Ringgit Malaysia yang  turun 0,01% ke Rp4.434,30), serta  Won Korea yang turun 0,24% ke Rp12,01. 

Di sisi lain, komoditas aset aman (safe haven) emas justru menunjukkan tren koreksi. Harga emas dunia terpantau anjlok cukup signifikan sebesar 0,86 persen atau terpangkas 35,30 poin. Saat ini, emas dunia nangkring di level USD4.085,78 per troy ons.

Penurunan harga emas ini disinyalir terjadi karena para investor cenderung beralih kembali memegang Dolar AS yang tengah mengalami tren penguatan.


 
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
(SAW)


TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan