Pelemahan terlihat dari sejumlah pasangan mata uang terhadap rupiah berdasarkan data pasar sekitar pukul 09.10 WIB. Mengacu pada data Investing, mata uang dolar AS berada di level Rp17.765,2 per dolar AS, menguat 69,4 poin atau 0,39% dibandingkan posisi sebelumnya.
Penguatan dolar AS juga tercermin dari pergerakan Indeks Dolar AS (DXY) yang berada di level 99,743, naik 0,106 poin atau 0,11%.
| Baca juga: Rupiah Kalah Tipis dari Dolar AS, tapi Masih Unggul Lawan Mata Uang Asia |
Tekanan juga dialami mata uang rupiah terhadap won Korea Selatan yang tercatat naik 0,42%. Sementara itu, yuan china berada di level Rp2.642,41, menguat 3,51 poin atau 0,13%. Adapun mata uang dolar Singapura naik 15,12 poin atau 0,11% menjadi Rp13.947,21.
Untuk mata uang Jepang, Yuan Jepang naik tipis 0,07 poin atau 0,06% ke level Rp110,78. Sementara itu mata uang Ringgit Malaysia berada di Rp4.392,72, naik 0,99 poin atau 0,02%.
Berbeda dengan mayoritas mata uang tersebut, rupiah relatif stabil terhadap euro dengan berada di level Rp20.568,0, tidak mengalami perubahan dari posisi sebelumnya.
Rupiah justru tercatat menguat tipis terhadap baht Thailand yang turun 0,042 poin atau 0,01% menjadi Rp532,525.
Di sisi lain, harga emas dunia justru bergerak turun. XAU/USD berada di level USD4.292,82 per troy ounce, turun USD35,54 atau 0,82%.
Dengan demikian, pada awal perdagangan, rupiah terlihat berada di bawah tekanan terhadap dolar AS dan sebagian besar mata uang utama Asia, sementara dolar AS menguat tipis dan harga emas terkoreksi.