Berdasarkan data perdagangan Investing pukul 09.11 WIB, rupiah berada di level Rp17.717,2 per dolar AS. Rupiah melemah 21,4 poin atau 0,12% dibandingkan posisi sebelumnya.
| Baca juga: Perdagangan Pagi, Rupiah Melemah Tipis ke Rp17.744 per Dolar AS |
Tekanan terhadap rupiah terjadi ketika Indeks Dolar AS (DXY) juga bergerak menguat. Indeks tersebut tercatat berada di level 99,445, naik 0,060 poin atau 0,06%.
Pergerakan dolar AS yang menguat menjadi salah satu faktor yang perlu diperhatikan pelaku pasar karena dapat memberikan tekanan terhadap mata uang negara berkembang, termasuk rupiah.
Sementara itu, sejumlah mata uang Asia menunjukkan pergerakan yang beragam terhadap rupiah. Yuan China tercatat berada di level Rp2.635,89 per yuan, turun 1,25 poin atau 0,05%.
Dolar Singapura juga melemah terhadap rupiah sebesar 9,96 poin atau 0,07% menjadi Rp13.931,55 per dolar Singapura.
Selanjutnya, yen Jepang berada di level Rp110,85 per yen, melemah 0,09 poin atau 0,08%.
Baht Thailand tercatat di level Rp533,878, turun 0,613 poin atau 0,11%.
Won Korea Selatan menjadi salah satu mata uang yang mengalami pelemahan cukup besar terhadap rupiah. Won berada di level Rp12,9311, turun 0,0274 poin atau 0,21%.
Sementara itu, ringgit Malaysia berada di level Rp4.389,90, melemah 12,19 poin atau 0,28%.
Di pasar global, euro terhadap rupiah tercatat relatif stabil di level Rp20.567 per euro, dengan perubahan 0,00%.
Adapun harga emas dunia yang tercermin dari XAU/USD berada di level USD4.447,70 per troy ounce. Harga tersebut turun tipis USD1,49 atau 0,03%.
Pergerakan rupiah pada awal perdagangan ini menunjukkan bahwa mata uang Garuda masih menghadapi tekanan dari penguatan dolar AS.
Investor selanjutnya akan mencermati sentimen global dan perkembangan pasar keuangan yang dapat memengaruhi arah rupiah sepanjang perdagangan hari ini.