Mata uang rupiah. Foto: MI.
Mata uang rupiah. Foto: MI.

Perdagangan Pagi, Rupiah Melemah Tipis ke Rp17.744 per Dolar AS

Arif Wicaksono • 31 Agustus 2026 09:09
Ringkasnya gini..
  • Berdasarkan data Investing pada pukul 08.47 WIB, mata uang rupiah berada di level Rp17.744 per dolar AS.
  • Pelemahan rupiah terjadi ketika Indeks Dolar AS justru turun 0,10 persen ke level 99,538.
Jakarta: Nilai tukar rupiah kembali berada dalam tekanan terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan Senin 31 Agustus 2026 pagi. 
 
Berdasarkan data Investing pada pukul 08.47 WIB, mata uang rupiah berada di level Rp17.744 per dolar AS. Rupiah tercatat melemah 73,1 poin atau 0,41 persen dibandingkan posisi sebelumnya. Pergerakan tersebut menunjukkan tekanan terhadap mata uang Garuda masih terasa pada awal perdagangan pekan ini.
 
Baca juga: Rupiah Menguat Tipis terhadap Dolar AS dan Unggul atas Mayoritas Mata Uang Asia 

 
Pelemahan rupiah terjadi ketika Indeks Dolar AS justru turun 0,10 persen ke level 99,538. Kondisi ini menunjukkan penguatan dolar AS terhadap rupiah pada pagi hari tidak sepenuhnya sejalan dengan pergerakan dolar terhadap sejumlah mata uang global.

Pergerakan mata uang Asia juga berlangsung beragam. Won Korea Selatan tercatat menguat 0,24 persen terhadap rupiah dengan nilai sekitar Rp12,9102 per won.
 
Sementara itu, yen Jepang berada di level Rp111,05 per yen atau menguat 0,12 persen. Dolar Singapura naik tipis di level Rp13.932,99 per dolar Singapura.
 
Baht Thailand tercatat melemah 0,03 persen menjadi sekitar Rp535,36 per baht. Yuan China juga berada di level Rp2.638,08 per yuan atau melemah 0,06 persen.
 
Ringgit Malaysia turut melemah 0,09 persen ke posisi Rp4.406,52 per ringgit. Variasi pergerakan tersebut menunjukkan pasar valuta asing Asia masih bergerak dinamis pada awal perdagangan.
 
Pergerakan rupiah menjadi penting bagi perekonomian domestik karena perubahan nilai tukar dapat mempengaruhi berbagai aktivitas yang berkaitan dengan valuta asing.
 
Pelemahan rupiah, misalnya, dapat meningkatkan biaya impor serta pembayaran dalam dolar AS. Kondisi tersebut juga berpotensi memberikan tekanan terhadap biaya bahan baku dan barang modal yang masih bergantung pada produk dari luar negeri.
 
Sebaliknya, perkembangan nilai tukar juga menjadi perhatian bagi eksportir karena perubahan kurs dapat mempengaruhi nilai penerimaan mereka dalam rupiah.
 
Selain pasar valuta asing, pelaku pasar juga memperhatikan pergerakan aset safe haven. Harga emas dunia atau XAU/USD berada di sekitar USD4.447,82 per troy ounce, turun 0,16 persen pada perdagangan pagi.
 
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
(SAW)


TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan