Ilustrasi. Foto: MI
Ilustrasi. Foto: MI

Pasar Saham Indonesia Masih Tertekan, IHSG Dibuka Melemah 0,61%

Annisa ayu artanti • 30 Oktober 2026 09:34
Ringkasnya gini..
  • IHSG dibuka melemah 0,61% ke 5.066,94 setelah anjlok 3,49% pada perdagangan Kamis.
  • Investor asing mencatatkan net sell Rp1,52 triliun saat rupiah melemah dan sentimen MSCI membayangi pasar.
Jakarta: Tekanan di pasar saham Indonesia belum mereda. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali dibuka melemah pada perdagangan Jumat, 30 Oktober 2026, setelah anjlok tajam pada sesi sebelumnya.

IHSG dibuka turun 31,12 poin atau 0,61 persen ke level 5.066,94. Pelemahan juga terjadi pada indeks saham unggulan LQ45 yang terkoreksi 1,03 poin atau 0,20 persen ke posisi 514,25.

Pergerakan ini melanjutkan tekanan jual yang terjadi pada Kamis, 29 Oktober 2026. Saat itu, IHSG anjlok 3,49 persen ke level 5.098,06 dan mengakhiri perdagangan di dekat posisi terendah hariannya.

Kondisi tersebut menunjukkan sentimen negatif masih membayangi pasar saham domestik. Investor kini mencermati sejumlah risiko, mulai dari pelemahan rupiah, arus dana asing yang keluar, hingga ketidakpastian terkait evaluasi status pasar Indonesia oleh Morgan Stanley Capital International (MSCI).
   

IHSG Tertekan, Investor Asing Jual Saham Rp1,52 Triliun


Pada perdagangan kemarin, investor asing kembali mencatatkan net sell Rp1,52 triliun di pasar reguler, dengan tekanan besar pada saham perbankan seperti BBCA, BBRI, dan BMRI.

Keputusan The Fed Belum Meredakan Tekanan Pasar


Dari eksternal, Tim Riset BRI Danareksa Sekuritas menjelaskan, The Fed mempertahankan suku bunga di 3,75-4,00 persen, tetapi keputusan yang tidak bulat dengan dua pejabat mendukung kenaikan 25 bps menunjukkan risiko pengetatan lanjutan masih terbuka. 

Inflasi AS yang tetap tinggi turut mendorong pasar memperhitungkan kemungkinan kenaikan suku bunga pada Desember.  Sementara itu, tekanan rupiah dan arus modal asing menjadi risiko utama bagi pasar domestik. 

"Ke depan, investor juga akan mencermati rilis data perdagangan Indonesia untuk September dan inflasi Oktober pada pekan depan, di samping perkembangan kebijakan BEI dan MSCI," kata tim riset.

Proyeksi IHSG Hari Ini


Secara teknikal, IHSG kembali melanjutkan tren bearish setelah menembus support 5.170 dan ditutup di 5.098. MACD masih negatif dan kembali menunjukkan pelemahan momentum, sementara harga berada jauh di bawah MA20 sekitar 5.646, menegaskan tren turun masih dominan.  IHSG berpotensi menguji support Fibonacci di 5.026, kemudian 4.942. 


Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda

(ANN)


TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan