Ilustrasi Bank Indonesia - - Foto: dok MI
Ilustrasi Bank Indonesia - - Foto: dok MI

BI: September 2020 Bakal Inflasi 0,01%

Ekonomi Inflasi Bank Indonesia konsumen
Husen Miftahudin • 25 September 2020 20:54
Jakarta: Bank Indonesia (BI) memproyeksikan perkembangan Indeks Harga Konsumen (IHK) sepanjang September 2020 mengalami inflasi sebesar 0,01 persen. Tingkat perkembangan harga ini tercermin dari data survei pemantauan harga (SPH) yang dilaporkan 46 kantor perwakilan BI hingga pekan keempat September 2020.
 
"Perkembangan harga pada September 2020 diperkirakan inflasi sebesar 0,01 persen (mtm). Dengan perkembangan tersebut, perkiraan inflasi September 2020 secara tahun kalender sebesar 0,95 persen (ytd), dan secara tahunan sebesar 1,48 persen (yoy)," ungkap Kepala Departemen Komunikasi BI Onny Widjanarko dalam rilis perkembangan indikator stabilitas nilai rupiah, Jumat, 25 September 2020.
 
Adapun penyumbang utama inflasi pada periode laporan antara lain berasal dari komoditas minyak goreng sebesar 0,02 persen (mtm), bawang putih dan cabai merah masing-masing sebesar 0,01 persen (mtm).

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Sementara itu, komoditas yang menyumbang deflasi pada periode laporan berasal dari komoditas telur ayam ras sebesar 0,04 persen (mtm), daging ayam ras sebesar 0,02 persen (mtm), bawang merah sebesar 0,02 persen (mtm), jeruk, cabai rawit, dan emas perhiasan masing-masing sebesar 0,01 persen (mtm).
 
Bank Indonesia, tegasnya, akan terus memperkuat koordinasi dengan pemerintah dan otoritas terkait untuk memonitor secara cermat dinamika penyebaran pandemi covid-19 dan dampaknya terhadap perekonomian Indonesia dari waktu ke waktu.
 
"Serta melakukan langkah-langkah koordinasi kebijakan lanjutan yang perlu ditempuh untuk menjaga stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan, serta menopang pertumbuhan ekonomi Indonesia tetap baik dan berdaya tahan," ungkap Onny.
 
Sebelumnya Badan Pusat Statistik (BPS) merilis perkembangan harga pada Agustus 2020 mengalami deflasi sebesar 0,05 persen. Secara umum BPS melihat adanya penurunan harga komoditas sehingga menyebabkan deflasi pada bulan lalu tersebut.
 
Deflasi utamanya disebabkan oleh penurunan harga yang terjadi pada kelompok pengeluaran makanan, minuman, dan tembakau dengan tingkat deflasi sebesar 0,86 persen dan memberikan andil kepada deflasi sebanyak 0,22 persen. Dari kelompok pengeluaran ini, penurunan harga daging ayam ras paling dominan dalam menyumbang deflasi, yakni sebesar 0,09 persen.
 
Secara tahun kalender atauyear to date(ytd) sejak Januari hingga Agustus 2020, tingkat inflasi mencapai sebesar 0,93 persen. Sedangkan tingkat inflasi dari tahun ke tahun atauyear on year(yoy) dari Agustus 2020 ke Agustus 2019 adalah sebesar 1,32 persen.
 
(Des)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif