Foto: dok MI/Panca Syurkani.
Foto: dok MI/Panca Syurkani.

Stimulus Garuda dari Pemerintah Belum Cair

Ekonomi BUMN Garuda Indonesia pmn Pemulihan Ekonomi Nasional
Suryani Wandari Putri Pertiwi • 28 Agustus 2020 20:30
Jakarta: PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk membukukan rugi bersih sebesar USD712,7 juta atau setara Rp10,34 triliun pada semester I-2020. Itu berdasarkan laporan keuangan yang belum diadudit.
 
Direktur Utama Garuda Indonesia Irfan Setiaputra mengungkapkan pihaknya belum menerima stimulus ekonomi dari pemerintah. "Kami belum menerima stimulus ekonomi," ujar Irfan saat dihubungi, Jumat, 28 Agustus 2020.
 
Rencananya, maskapai pelat merah menerima dana stimulus sebesar Rp8,5 triliun, yang masuk dalam kebijakan Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN). Program itu disiapkan pemerintah untuk memberikan stimulus kepada berbagai elemen usaha, mulai dari UMKM, BUMN hingga korporasi.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Mengingat stimulus dari pemerintah belum diturunkan, Irfan mengakui kondisi keuangan perseroan sangat berat. "Kondisinya masih berat," pungkas Irfan.
 
Akan tetapi, dia enggan menjelaskan lebih rinci kondisi keuangan perusahan. Sebelumnya, Garuda Indonesia dilanda kesulitan pembayaran utang, setelah melakukan negosiasi dengan pemegang sukuk perusahaan.
 
Kementerian Keuangan bahkan berkoordinasi dengan Kementerian BUMN untuk membantu keuangan perusahaan. Terutama dalam membayar utang yang jatuh tempo pada tahun ini.
 
Pada semester I-2019, Garuda Indonesia mencatatkan laba besih sebesar USD24,11 juta atau setara Rp349,5 miliar. Irfan berpendapat pandemi covid-19 menghantam kinerja keuangan perseroan.
 
(AHL)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif