Foto: Grafis Medcom.id
Foto: Grafis Medcom.id

Protokol Kesehatan Unilever Tekan Penyebaran Covid-19

Ekonomi unilever indonesia
Ade Hapsari Lestarini • 03 Juli 2020 21:17
Jakarta: Langkah cepat PT Unilever Indonesia Tbk dalam menangani karyawan yang positif covid-19 di salah satu area pabrik di Cikarang, Bekasi, diapresiasi Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Bekasi.
 
Tim Gugus Tugas dan Unilever telah bekerja sama untuk menekan penyebaran covid-19 di salah satu area pabrik. Selain itu tim Gugus Tugas dan pengelola Kawasan Industri Jababeka juga sudah melakukan kunjungan ke lokasi dan berkoordinasi langsung dengan manajemen perusahaan.
 
"Kami menghargai bahwa perusahaan telah menerapkan protokol kesehatan, bersikap proaktif, terbuka dan terus berkoordinasi dengan kami," ujar Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten BekasiDr Alamsyah, M.Kes, dalam keterangan resminya, Jumat, 3 Juli 2020.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Alamsyah pun memuji langkah konkrit dan proaktif Unilever yang menghentikan sementara operasional di gedung TBB sejak Jumat, 26 Juni 2020. Hal ini menyusul laporan mengenai beberapa karyawan di bagian engineering gedung TBB yang terkonfirmasi positif covid-19.
 
Menurut diaUnilever juga selalu mengirimkan laporan resmi mengenai situasi terbaru kepada Dinas Kesehatan Kabupaten Bekasi. Meski peraturan menyebutkan bahwa tes lanjutan diwajibkan bagi mereka yang terdeteksi melalui contact tracing saja, Unilever mengutamakan keselamatan dan mewajibkan PCR test bagi keseluruhan karyawan gedung TBB sebanyak 265 orang.
 
Dia menegaskan keterbukaan dan kecepatan penanganan menjadi faktor yang penting dalam usaha bersama untuk memitigasi dan mengambil langkah-langkah ke depannya, sehingga penyebaran covid-19 dapat diputus.
 
Direktur Corporate Affairs dan Sekretaris Perusahaan Unilever Indonesia Sancoyo Antarikso menegaskan bahwa kesehatan, keselamatan karyawan, serta keamanan masyarakat di sekitar area pabrik saat ini adalah prioritas utama perusahaan.
 
Oleh karena itu, Unilever langsung menghentikan sementara operasional di gedung TBB untuk dilakukan pembersihan dan sterilisasi secara menyeluruh, sejak Jum'at, 26 Juni 2020, hingga waktu yang akan ditentukan kemudian.
 
Kemudian, secara berkala berkomunikasi, berkoordinasi, dan melaporkan resmi mengenai situasi tersebut kepada Dinas Kesehatan Kabupaten Bekasi. Bahkan, melakukan penelusuran internal secara mandiri sejak 26 Juni dan langsung melakukan tes PCR kepada karyawan yang diduga memiliki kontak langsung dan tidak langsung dengan para karyawan tersebut.
 
"Untuk lebih memastikan kondisi kesehatan karyawan, pada 29 Juni kami mewajibkan seluruh karyawan TBB menjalani PCR test," ujar Sancoyo.
 
Sancoyo menegaskan, dalam Gedung TBB, di mana terdapat kasus karyawan positif covid-19, sudah terdapat sistem zonasi yang sangat ketat. Terdapat sembilan pemisahan zona dan seluruh mobilitas di dalam gedung hanya terbatas pada lingkup kerja masing-masing dan tidak diperkenankan untuk melintasi zona lainnya.
 
Agar penularan virus diminimalkan, juga dilakukan pembatasan interaksi antar karyawan. Perusahaan pun sudah mewajibkan karyawan yang datang ke area pabrik untuk sudah menggunakan alat pelindung diri (APD) sesuai protokol kesehatan, seperti menggunakan masker, melakukan cuci tangan rutin, juga rutin menggunakan hand sanitizer.
 
"Kami juga melakukan pembersihan secara berkala di fasilitas produksi dan area barang dan memisahkan pintu absen masuk antara TBB dengan pabrik lainnya, termasuk pemisahan kantin, klinik, toilet," ujar Sancoyo.
 
Kemudian, untuk jam makan siang telah diatur sesuai dengan zonanya masing-masing. Perusahaan juga memastikan tidak adanya interaksi pada saat pergantian shift, karena jalur keluar dan masuk yang berbeda.
 
(AHL)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif