Ilustrasi. Foto: MI/Ramdani
Ilustrasi. Foto: MI/Ramdani

BI Turunkan Uang Muka Kredit Kendaraan Jadi 0%

Ekonomi Bank Indonesia Kredit Kendaraan
Husen Miftahudin • 19 Agustus 2020 15:55
Jakarta: Bank Indonesia (BI) memotong batasan minimum uang muka atau down payment (DP) kredit kendaraan bermotor menjadi nol persen dari sebelumnya sekitar lima persen sampai 10 persen. Pemangkasan itu ditujukan pada pengajuan kredit dan/atau pembiayaan kendaraan bermotor dengan jenis kendaraan berwawasan lingkungan.
 
"Untuk mendorong pemberian kredit/pembiayaan kendaraan bermotor yang berwawasan lingkungan, Bank Indonesia memutuskan penurunan batasan minimum uang muka atau down payment untuk jenis kendaraan roda dua dari 10 persen menjadi nol persen," kata Gubernur BI Perry Warjiyo dalam telekonferensi hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) periode Agustus 2020 di Jakarta, Rabu, 19 Agustus 2020.
 
Penurunan batasan minimum uang muka untuk kredit kendaraan roda tiga atau lebih yang nonproduktif dari 10 persen menjadi nol persen. Sedangkan kendaraan roda tiga atau lebih yang produktif dari lima persen menjadi nol persen, berlaku efektif 1 Oktober 2020.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Perry menegaskan keputusan ini tetap memperhatikan prinsip kehati-hatian. Termasuk hanya berlaku bagi bank-bank yang mempunyai rasio kredit bermasalah atau non performing loan (NPL) di bawah lima persen.
 
Lebih lanjut ia menjelaskan bahwa keputusan ini adalah salah satu bagian contoh terkait kuatnya sinergi antara pemerintah, bank sentral, dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Pemerintah dalam hal ini mengeluarkan kebijakan untuk mendorong produksi dan pemakaian kendaraan bermotor yang ramah lingkungan seperti kendaraan listrik.
 
"Mengenai mana kendaraan bermotor yang ramah lingkungan (yang akan mendapatkan DP nol persen), tentu saja pemerintah yang akan menetapkan. Kami mengikuti saja, mana kendaraan bermotor yang ramah lingkungan (tersebut)," paparnya.
 
Dari sisi Bank Indonesia, masyarakat yang membeli kendaraan bermotor ramah lingkungan sesuai klasifikasi dari pemerintah, batasan minimum uang muka yang semula antara lima persen sampai 10 persen akan diturunkan menjadi nol persen. Pemangkasan batasan minimum uang muka ini tetap memperhatikan prinsip kehati-hatian (prudential).
 
Ia juga menekankan bahwa keputusan ini merupakan bentuk sinergi yang antara pemerintah dan Bank Indonesia dalam konteks mendukung pemulihan ekonomi secara keseluruhan.
 
"Ke depan, Bank Indonesia tetap menempuh kebijakan makroprudensial akomodatif sejalan bauran kebijakan yang ditempuh sebelumnya serta bauran kebijakan nasional, termasuk berbagai upaya untuk memitigasi risiko di sektor keuangan akibat penyebaran covid-19," pungkas Perry.

 
(DEV)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif