IHSG. Foto : MI.
IHSG. Foto : MI.

Varian Omicron Semakin Ganas, IHSG Berpotensi Melemah

Arif Wicaksono • 14 Desember 2021 09:51
Jakarta: Saat investor sedang menunggu hasil pertemuan pimpinan The Fed, dunia dikejutkan dengan kematian pertama akibat varian Omicron di Inggris. Perdana Menteri (PM) Inggris Boris Johnson mengatakan Inggris bersiap menghadapi Tidal Wave Varian Omicron.  
 
Dampaknya hampir semua bursa di Eropa mengalami kejatuhan, termasuk merembet ke bursa AS. Indeks Dow Jones (DJIA) turun cukup dalam sekitar 320 poin (0,89 persen). Bursa komoditas juga jatuh dengan harga minyak turun 0,91 persen, nikel turun 0,40 persen, timah turun 0,49 persen, dan Crude Palm Oil (CPO) turun 0,24 persen.
 
"Jika dikombinasikan dengan kejatuhan EIDO sebesar 1,08 persen IHSG berpotensi turun dilanda aksi profit taking dalam perdagangan Selasa ini," jelas Kepala Riset MNC Sekuritas Edwin Sebayang, dalam risetnya, Selasa, 14 Desember 2021.

Sementara itu, Indosurya Sekuritas mencatat IHSG ditutup pada posisi 6.662,871 atau menguat 9,9 poin dari posisi sebelumnya 6.652 pada perdagangan kemarin. Pola gerak IHSG terlihat masih betah berada dalam rentang konsolidasi wajar.
 
Indosurya Sekuritas mengatakan hal ini dipengaruhi oleh kondisi perekonomian Indonesia yang masih menunjukkan sisi perlambatan.
 
"Namun selama IHSG dapat ditutup di atas resisten level terdekat, maka peluang kenaikan jangka pendek masih terbuka lebar," jelas riset Indosurya.
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(SAW)


TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan