Gedung Bank Muamalat. FOTO: Bank Muamalat
Gedung Bank Muamalat. FOTO: Bank Muamalat

Resmi Ambil Alih, BPKH Dorong Bank Muamalat Tumbuh Berkelanjutan

Angga Bratadharma • 05 Januari 2022 15:06
Jakarta: Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) resmi menjadi pemegang saham mayoritas PT Bank Muamalat Indonesia Tbk (BMI) karena telah menerima pengalihan saham melalui hibah dari para Pemegang Saham Pengendali (PSP). BPKH siap mendorong pertumbuhan Bank Muamalat lebih baik di masa mendatang.
 
PSP itu yakni Islamic Development Bank (IsDB), Boubyan Bank, Atwill Holdings Limited, National Bank of Kuwait, IDF Investment Foundation dan BMF Holdings Limited sebanyak 7.903.112.181 saham atau setara dengan 77,42 persen. Dengan demikian, total kepemilikan saham BPKH di Bank Muamalat naik menjadi 78,45 persen.
 
Sebelum injeksi modal kepada BMI, BPKH terlebih dahulu bekerja sama dengan PT Perusahaan Pengelola Aset (PPA), BUMN yang 100 persen sahamnya dimiliki oleh pemerintah, untuk mengelola aset/pembiayaan berkualitas rendah di BMI.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Pola penyelesaian aset/pembiayaan berkualitas rendah oleh PPA dilakukan dengan metode pengelolaan aset/pembiayaan tersebut dari BMI senilai Rp10 triliun kepada PPA. Dengan metode ini, BMI telah menjadi bank yang sehat dan siap untuk dikembangkan melalui injeksi modal BPKH.
 
Dengan penjualan pembiayaan/aset berkualitas rendah dari BMI kepada PPA, maka Non-Performing Financing (NPF) BMI akan turun menjadi sekitar 0,58 persen. Setelah pengalihan saham, BPKH selanjutnya akan melakukan investasi terhadap Bank Muamalat senilai Rp1 triliun (tier 1).
 
Hal itu melalui penambahan saham lewat skema Penambahan Modal Perusahaan Terbuka dengan Memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMHMETD) atau rights Issue dan pembelian instrumen subordinasi BMI senilai Rp2 triliun (tier 2).
 
Aksi korporasi ini telah mendapatkan persetujuan dari pemegang saham dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) perseroan pada 30 Agustus 2021. Dana yang diperoleh dari hasil rights issue akan digunakan untuk memperkuat struktur permodalan Bank Muamalat.
 
Selain itu, digunakan untuk mengembangkan kegiatan pembiayaan syariah yang merupakan bagian dari kegiatan usaha utama Bank Muamalat serta peruntukkan lainnya yang dapat mendukung pertumbuhan bisnis perseroan.
 
RUPSLB 30 Agustus 2021 tersebut juga menyetujui penerbitan instrumen subordinasi. Perseroan mengusulkan kepada pemegang saham untuk menyetujui rencana perseroan atas penerbitan instrumen subordinasi dengan berbasis akad syariah sebanyak-banyaknya sebesar Rp2 triliun.
 
Usai penjatahan rights issue yang akan dilakukan pada 7 Januari 2022, BPKH akan memiliki sekitar 82,7  persen saham Bank Muamalat. Setelah seluruh rangkaian corporate action tersebut selesai maka rasio kecukupan modal atau Capital Adequacy Ratio (CAR) Bank Muamalat diperkirakan sekitar 30 persen.
 
Ketua Dewan Pengawas BPKH Yuslam Fauzi menyatakan investasi pada BMI merupakan keputusan yang didasari pertimbangan bisnis yang mengandung harapan nilai manfaat yang baik bagi BPKH dan jamaah haji Indonesia.
 
"Adanya sinergi BMI dengan PT Perusahaan Pengelola Aset (PPA) untuk pengelolaan aset berkualitas rendah milik BMI dan terjadinya hibah saham dari pemegang saham pengendali kepada BPKH menjadi bagian penting dalam pertimbangan BPKH untuk berinvestasi di BMI," kata Yuslam, dikutip dari keterangannya, Rabu, 5 Januari 2022.
 
Kepala Badan Pelaksana BPKH Anggito Abimanyu menambahkan investasi pada Bank Muamalat bagi BPKH merupakan salah satu strategi untuk peningkatan kualitas penyelenggaraan ibadah haji. Melalui kepemilikan pada BMI, yang merupakan BPS-BPIH terbesar kedua, BPKH akan dapat menjangkau dan melayani lebih banyak calon-calon jamaah haji.
 
"BMI juga memiliki jaringan dan merek yang kuat pada sektor perhajian dan umrah, pembiayaan UMKM, serta pasar konsumen muslim," pungkasnya.
 
(ABD)


LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif