Ilustrasi. Foto: dok MI/Susanto.
Ilustrasi. Foto: dok MI/Susanto.

Usai Terperosok, Rupiah Akhirnya Sukses Gilas Dolar AS Hari Ini

Ekonomi rupiah Kurs Rupiah suku bunga The Fed Dolar AS Pasar Keuangan Rusia-Ukraina pandemi covid-19 Lockdown
Husen Miftahudin • 26 April 2022 16:36
Jakarta: Nilai tukar rupiah pada penutupan perdagangan hari ini berhasil menggilas dolar Amerika Serikat (AS) usai terjun bebas kemarin. Hal ini lantaran dolar AS mengalami penurunan mendekati level terparahnya selama dua tahun terakhir terhadap mata uang yang lainnya.
 
"Ini akibat kekhawatiran tentang dampak ekonomi dari penguncian covid-19 Tiongkok dan laju agresif kenaikan suku bunga AS yang memberi dorongan dolar sebagai safe haven," ucap analis pasar uang Ibrahim Assuaibi dalam analisis hariannya, Selasa, 26 April 2022.
 
Dijelaskan lebih lanjut, lockdown covid-19 di Kota Shanghai, Tiongkok, kini telah berlangsung selama sekitar satu bulan. Kampanye pengujian massal yang saat ini sedang berlangsung di distrik terpadat di Beijing akan diperluas dan memicu kekhawatiran penguncian.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Bank Rakyat Tiongkok mengatakan akan meningkatkan dukungan kebijakan moneter untuk ekonomi riil, terutama untuk perusahaan kecil yang terkena pandemi covid-19. Ini sebagai tanggapan atas pertanyaan media yang mencari komentar tentang perubahan di pasar keuangan.
 
Sementara di sisi lain, komentar hawkish oleh berbagai pembuat kebijakan bank sentral selama minggu sebelumnya juga meningkatkan kemungkinan pengetatan kebijakan suku bunga yang agresif. Federal Reserve AS secara luas diperkirakan akan menaikkan suku bunga setengah poin pada masing-masing dari dua pertemuan berikutnya.
 
"Kekhawatiran ini tidak hanya mendorong investor ke greenback tetapi juga menyebabkan pasar ekuitas banyak dijual dan imbal hasil Treasury AS turun," terangnya.
 
Di tempat lain di Asia Pasifik, Bank of Japan akan menurunkan keputusan kebijakan moneternya pada hari Kamis. Bank Sentral Eropa juga akan menerbitkan buletin ekonominya pada hari yang sama.
 
"Sementara itu, perang di Ukraina yang dipicu oleh invasi Rusia pada 24 Februari terus berlanjut. Sementara memperingatkan bahwa risiko perang nuklir tidak boleh diremehkan, Rusia mengatakan mereka ingin mengurangi risiko tersebut," papar Ibrahim.
 
Adapun mengutip data Bloomberg pada penutupan perdagangan hari ini, nilai tukar rupiah terhadap USD menguat ke level Rp14.410 per USD. Mata uang Garuda tersebut menguat sebanyak 43 poin atau setara 0,30 persen dari posisi Rp14.454 per USD pada penutupan perdagangan hari sebelumnya.
 
Data Yahoo Finance juga menunjukkan rupiah berada di zona hijau pada posisi Rp14.406 per USD. Rupiah naik hingga 44 poin atau setara 0,31 persen dari Rp14.450 per USD di penutupan perdagangan hari sebelumnya.
 
Sedangkan berdasar pada data kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor), rupiah diperdagangkan di level Rp14.412 per USD atau naik 40 poin dari nilai tukar rupiah pada perdagangan hari sebelumnya sebesar Rp14.452 per USD.
 
"Untuk perdagangan besok, mata uang rupiah kemungkinan dibuka berfluktuatif namun ditutup melemah di rentang Rp14.400 per USD hingga Rp14.430 per USD," tutup Ibrahim.
 
(HUS)


LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif