Pabrik pengolahan udang emiten PMMP di Situbondo, Jatim. Foto: dok PMMP.
Pabrik pengolahan udang emiten PMMP di Situbondo, Jatim. Foto: dok PMMP.

Ekspansi Usaha, Emiten Pengolahan Udang Bangun Pabrik Baru Rp75 Miliar

Ekonomi pabrik Emiten Saham
Ade Hapsari Lestarini • 07 Januari 2021 12:44
Jakarta: PT Panca Mitra Multiperdana Tbk (PMMP) akan mengubah fokus produk, dari produk komoditas menjadi produk value added.
 
"Hal ini sejalan dengan strategi usaha perseroan dalam meningkatkan profitabilitas perseroan, serta meningkatnya permintaan atas produk value added pada pasar utama perseroan yakni Amerika Serikat dan Jepang," ujar Direktur Utama PT Panca Mitra Multiperdana Tbk Martinus Soesilo melalui keterangan tertulisnya, Kamis, 7 Januari 2021.
 
Perseroan bergerak di sektor konsumen berbasis ekspor, khususnya pada sektor pengolahan udang yang berbasis di Situbondo, Jawa Timur. Dalam upaya ekspansi usahanya, emiten dengan kode perdagangan saham PMMP ini terus mengembangkan pabriknya.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Setelah sebelumnya beroperasi dengan tujuh pabrik, PMMP mulai membangun pabriknya yang ke delapan dan berlokasi di Situbondo Jawa Timur dengan nilai investasi sekitar Rp75 miliar yang bersumber dari dana IPO perseroan.
 
"Pabrik kami yang ke delapan telah dimulai pembangunannya hari ini 7 Januari, dan kami targetkan pabrik ini akan mulai bisa beroperasi pada Juli 2021. Melalui pembangunan pabrik ke-8 di Situbondo ini, PMMP menargetkan untuk meningkatkan volume penjualan dan menambah varian produk value added yang akan dipasarkan perseroan," jelasnya.
 
Selain itu, terkait volume dan total penjualan PMMP, pada 2020 diperkirakan akan tumbuh sebesar kurang lebih 18 persen secara year on year (yoy), yang didorong oleh meningkatnya permintan pelaku pasar ritel di Amerika Serikat, yang menjadi fokus penjualan perseroan.
 
Sedangkan pada 2021, PMMP menargetkan untuk meningkatkan volume penjualan sebesar menjadi sekitar 20 ribu ton dan peningkatan penjualan sebesar 12 persen menjadi sekitar USD190 juta di 2021.
 
"Rencananya, pabrik baru ini akan fokus pada produk value added sejalan dengan strategi usaha perseroan untuk meningkatkan porsi penjualan value added. Di pasar dunia saat ini potensi market untuk produk value added masih sangat besar, sementara suplainya masih sedikit," tambah dia.
 
Dia menambahkan kegiatan usaha dan penjualan ekspor perseroan tidak terganggu di tengah pandemi covid-19, karena PMMP berfokus pada pasar ekspor yang tidak terdampak efek pandemi covid-19.
 
Selain itu, berdasarkan Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 9 Tahun 2020, industri ekspor dan kebutuhan pangan juga dikecualikan dari pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Begitupun dengan lokasi produksi perseroan yang terletak di Situbondo, Jawa Timur yang tidak terdampak PSBB ketat yang baru saja diumumkan oleh pemerintah pusat kemarin.
 
(AHL)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif