Permata CERITA 2026. Foto: Permata Bank
Permata CERITA 2026. Foto: Permata Bank

Cegah Uang Jajan Ludes Sia-Sia, Permata Bank Edukasi Remaja Kelola Keuangan

Annisa ayu artanti • 17 Oktober 2026 17:50
Ringkasnya gini..
  • Permata CERITA 2026 melibatkan lebih dari 500 karyawan sukarelawan dan menjangkau siswa SMP di 24 kota Indonesia.
  • Siswa belajar membedakan kebutuhan dan keinginan, menentukan prioritas belanja, menabung, serta menggunakan pembayaran digital secara bijak.
  • Program ini juga mengajarkan keamanan transaksi digital di tengah laporan penipuan yang mencapai 702.342 kasus hingga 30 September 2026.
Jakarta: Uang jajan sering kali habis sebelum waktunya karena membeli sesuatu yang sebenarnya tidak terlalu dibutuhkan. Oleh karena itu, bagi remaja yang mulai belajar mengelola uang sendiri, kebiasaan sederhana seperti menentukan prioritas belanja dan menyisihkan uang untuk ditabung bisa menjadi langkah awal membangun kecakapan finansial.

Literasi keuangan semakin penting ketika transaksi digital seperti QRIS dan transfer online semakin dekat dengan kehidupan sehari-hari.

Oleh karena itu, Permata Bank kembali menghadirkan program Permata CERITA 2026 yang menyasar siswa SMP di 24 kota di Indonesia dengan melibatkan lebih dari 500 karyawan sukarelawan.

Permata CERITA 2026 mengusung tema “24 Tahun, 24 Kota, 1 CERITA” sebagai bagian dari perayaan ulang tahun Permata Bank ke-24. Melalui program ini, siswa mengikuti pembelajaran finansial yang dirancang praktis dan interaktif agar lebih mudah diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Materi yang diberikan mencakup smart spending melalui MODul finansiAL (MODAL), di mana siswa belajar membedakan kebutuhan dan keinginan, menentukan prioritas belanja, mempertimbangkan pilihan, menunda keinginan, dan menyisihkan uang untuk ditabung.

Siswa juga diperkenalkan pada penggunaan pembayaran digital, termasuk QRIS dan transfer online, secara bijak. Dengan begitu, edukasi tidak hanya membahas cara mengatur uang, tetapi juga membantu remaja memahami keputusan yang perlu dipertimbangkan sebelum melakukan transaksi.

Direktur Utama Permata Bank, Meliza M. Rusli, mengatakan literasi keuangan perlu ditanamkan sejak dini agar generasi muda mampu mengambil keputusan secara bijak di tengah perkembangan layanan digital.

“Melalui Permata CERITA, kami ingin menghadirkan pengalaman belajar yang dekat dengan kehidupan sehari-hari, menyenangkan dan relevan bagi generasi muda,” ujar Meliza dilansir dari keterangan resmi Permata Bank yang dilansir pada Sabtu, 17 Oktober 2026, 

Menurutnya, kebiasaan sederhana yang dibangun sejak dini diharapkan menjadi fondasi bagi generasi muda untuk tumbuh lebih mandiri dan bertanggung jawab dalam merencanakan masa depan finansial.

Pentingnya edukasi tersebut juga tercermin dalam Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) 2026. Berdasarkan data yang dicantumkan dalam keterangan Permata Bank, kelompok usia 15–17 tahun memiliki indeks literasi keuangan sebesar 56,04 persen.

   

Laporan Penipuan Digital Tembus 702 Ribu, Remaja Diajak Lebih Waspada


Selain mengatur uang, siswa juga mendapatkan pembelajaran mengenai keamanan transaksi digital. Materi ini mencakup cara mengenali aktivitas mencurigakan, menjaga informasi pribadi, dan memahami tindakan yang perlu dilakukan ketika menghadapi potensi penipuan.

Dalam program tersebut, Permata Bank memperkenalkan metode 3A, yaitu Amati, Awasi, dan Adukan. Siswa juga diingatkan untuk menjaga kerahasiaan informasi penting, termasuk PIN dan kode OTP, serta meminta bantuan orang tua atau guru jika menemukan aktivitas digital yang tidak wajar.

Kebutuhan edukasi ini semakin relevan di tengah tingginya laporan penipuan. Berdasarkan data IASC yang dicantumkan dalam keterangan perusahaan, terdapat 702.342 laporan penipuan sejak 22 November 2024 hingga 30 September 2026. Kerugian masyarakat yang dilaporkan mencapai Rp9,1 triliun, sedangkan dana korban yang berhasil diblokir tercatat Rp811,1 miliar per September 2026.

Kepala Divisi Pelaksanaan Edukasi Keuangan OJK, Halimatus Sa'diyah, menekankan bahwa peningkatan literasi keuangan membutuhkan kerja sama berbagai pihak, termasuk industri perbankan dan lembaga pendidikan.

OJK pun mengapresiasi inisiatif Permata Bank karena turut mendukung upaya peningkatan literasi keuangan, khususnya di kalangan pelajar. Edukasi sejak dini diharapkan membantu generasi muda mengambil keputusan finansial secara bijak dan mempersiapkan masa depan. 
   

Jangkau 24 Kota, Libatkan Lebih dari 500 Relawan


Pelaksanaan Permata CERITA 2026 melibatkan lebih dari 500 Employee Volunteers (EVO) atau karyawan sukarelawan Permata Bank. Mereka mendampingi siswa melalui permainan, simulasi, dan latihan mengambil keputusan agar pembelajaran lebih dekat dengan pengalaman sehari-hari.

Salah satu kegiatan berlangsung di MTs Imadun Najah, Jakarta Utara. Kegiatan tersebut dihadiri Chief of Corporate Affairs and Sustainability Permata Bank, Katharine Grace, serta mendapat dukungan dari perwakilan Direktorat SMP, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, dan Kementerian Agama Kota Jakarta Utara.

Sebagai bagian dari program Permata Hati, Permata CERITA telah menjangkau lebih dari 50.000 penerima manfaat di berbagai kota tempat Permata Bank beroperasi sepanjang 2016–2025, menurut keterangan perusahaan.

Melalui pelaksanaan di 24 kota pada 2026, Permata Bank melanjutkan edukasi finansial dengan pendekatan yang menyesuaikan kebutuhan remaja, termasuk penggunaan layanan keuangan digital. Harapannya, kemampuan membedakan kebutuhan dan keinginan, menabung, serta mengenali risiko penipuan dapat menjadi kebiasaan yang dibawa hingga dewasa. (Wisa Irena Br Sitepu)

Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda

(ANN)


TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan