Jiwasraya. Foto: MI/Ramdani
Jiwasraya. Foto: MI/Ramdani

Selain Siapkan Pendanaan, Jiwasraya Lakukan 3 Poin Transformasi Polis

Ekonomi asuransi Jiwasraya
Annisa ayu artanti • 18 November 2020 13:47
Jakarta: PT Asuransi Jiwasraya (Persero) menyatakan transformasi perusahaan juga dibutuhkan untuk keberhasilan penyelamatan polis Jiwasraya, selain menyiapkan sumber pendanaan.
 
"Transformasi perusahaan ini juga menjadi poin penting di dalam program penyelamatan polis, hingga akhirnya seluruh polis Jiwasraya bisa diselamatkan dan dipindahkan ke IFG Life," kata Direktur Kepatuhan dan Sumber Daya Manusia (SDM) Jiwasraya, R Mahelan Prabantarikso dalam keterangan tertulis, Rabu, 18 November 2020.
 
Mahelan menjelaskan, transformasi perusahaan diimplementasikan melalui pembenahan seluruh lini perusahaan. Beberapa di antaranya adalah transformasi pada sisi bisnis model dengan menghentikan produk-produk lama Jiwasraya yang menjanjikan bunga tinggi.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Di waktu yang sama, transformasi perusahaan juga menyasar pada pembenahan bisnis proses Jiwasraya yakni dengan menekan beban penjualan produk dengan membentuk unit khusus bisnis korporasi, revitalisasi penjualan produk asuransi ritel, hingga penggunaan sistem kerja sama keagenan yang saling menguntungkan.
 
Kedua, perusahaan juga melakukan peningkatan kualitas tata kelola dan manajemen risiko dengan prinsip transparansi, akuntabilitas, responsibilitas, independensi, dan fairness.
 
Tak hanya itu, transformasi perusahaan dilakukan pula dengan menerapkan prinsip Good Corporate Governance (GCG) yang meliputi anti gratifikasi, pengendalian informasi, hingga penerapan pedoman etika dan perilaku serta pembuatan Laporan Harta Kekayaan Pejabat Negara (LHKPN).
 
"Transformasi perusahaan melalui peningkatan kualitas tata kelola dan penerapan prinsip GCG ini juga merupakan tugas dan amanah dari pemerintah, serta pengejawantahan dari program Akhlak yang menjadi Core Value Kementerian BUMN," jelasnya.
 
Ketiga, manajemen baru Jiwasraya juga telah menciptakan dan menerapkan standarisasi penempatan portofolio investasi yang ideal dan sesuai dengan aturan yang berlaku.
 
Di samping itu, saat ini manajemen baru telah menerapkan manajemen risiko yang ketat pada saat pengelolaan investasi dalam proses bisnis investasi Jiwasraya.
 
"Manajemen baru juga telah melakukan reorganisasi struktur organisasi dalam rangka efisiensi biaya operasional dan optimalisasi SDM demi menunjang pelaksanaan program penyelamatan polis Jiwasraya," pungkasnya.
 
(DEV)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif