Penandatangan kerja sama LPEI dan 4 Bank  - - Foto: dok LPEI
Penandatangan kerja sama LPEI dan 4 Bank - - Foto: dok LPEI

LPEI Gandeng 4 Bank untuk Program Penjaminan Pemerintah

Ekonomi Perbankan Kredit LPEI (Eximbank Indonesia) Pemulihan Ekonomi Nasional
Eko Nordiansyah • 21 November 2020 14:00
Jakarta: Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) atau Indonesia Eximbank menggandeng empat bank dalam program penjaminan kredit modal kerja bagi pelaku usaha korporasi. Program penjaminan pemerintah ini bertujuan mendukung Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN).
 
Perjanjian kerja sama ini dilakukan dengan PT Bank QNB Indonesia Tbk, PT Bank Resona Perdania, PT Bank Maybank Indonesia Tbk, dan MUFG dalam Program Penjaminan Kredit Pemerintah (Jaminah).
 
Corporate Secretary LPEI Agus Windiarto mengatakan dalam program PEN di segmen korporasi, LPEI bertindak sebagai penjamin kredit. Dalam skema penjaminan ini, pemerintah akan menanggung Imbal Jasa Penjaminan (IJP) untuk meringankan beban pelaku usaha.

"Kerja sama LPEI dengan empat bank ini merupakan sinergi antara LPEI dan perbankan nasional untuk memberikan tambahan modal kerja kepada segmen korporasi padat karya dalam rangka membantu memulihkan ekonomi nasional," katanya dalam keterangan resminya, Sabtu, 21 November 2020.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Dengan skema penjaminan kredit, pelaku usaha yang terdampak covid-19, diharapkan dapat memperoleh tambahan modal kerja dari perbankan sehingga dapat kembali memulai aktivitas normal. Melalui skema penjaminan pemerintah ini, kinerja sektor perbankan juga akan terjaga.
 
Di sisi lain, para pengusaha dan eksportir di sektor ekonomi riil terutama yang memiliki karyawan dalam jumlah banyak akan tetap beroperasi karena tetap mendapat dukungan pendanaan dari perbankan. Apalagi jika pelaku usaha tersebut memiliki potensi ekspor.
 
"Eksportir tidak hanya lebih berdaya, namun juga mengurangi potensi peningkatan angka pengangguran. Kami berharap lebih banyak lagi perbankan yang menggunakan program penjaminan ini dan bekerja sama dengan LPEI," ungkapnya.
 
Pelaku usaha yang menjadi sasaran program ini adalah korporasi yang terdampak covid-19 yang berorientasi ekspor yaitu menghasilkan/menghemat devisa dan meningkatkan kapasitas produksi nasional atau perusahaan padat karya sesuai PMK Nomor 16 Tahun 2020 (minimal 300 karyawan) yang termasuk dalam kategori Non BUMN dan Non UMKM. Salah satu kriteria korporasi penerima program ini adalah nasabah eksisting Bank Pemberi Kredit yang memerlukan tambahan Modal Kerja dengan nilai sebesar Rp10 miliar sampai Rp1 triliun.
 
Untuk diketahui, sesuai Peraturan Otoritas Jasa Keuangan, penjaminan kredit yang diberikan LPEI kepada bank memiliki pembobotan Aset Tertimbang Menurut Risiko (ATMR) sebesar nol persen. Ketentuan lainnya, aset yang dijamin berkualitas lancar dan dikecualikan dari perhitungan Batas Maksimum Pemberian Kredit (BMPK). Dengan begitu, bank yang menyalurkan kredit ekspor, jika dijamin oleh LPEI mempunyai keleluasaan untuk ekspansi dan sekaligus meminimalkan risiko kredit.

 
(Des)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif