Ilustrasi. Foto: dok.MI
Ilustrasi. Foto: dok.MI

Lawan Rentenir, 9 Program Ini Jadi Fokus TPAKD di 2021

Desi Angriani • 16 Desember 2021 20:14
Jakarta: Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat sebanyak 325 Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) terbentuk tahun ini. Tim tersebut tersebar di 34 provinsi dan 291 kabupaten/kota.
 
"Sampai dengan Desember 2021, telah terbentuk 325 TPAKD di 34 provinsi dan 291 kabupaten/kota," ujar Anggota Dewan Komisioner OJK Bidang Edukasi dan Perlindungan Konsumen Tirta Segara yang dipantau dalam live streaming di Youtube Jasa Keuangan (OJK TV), Kamis, 16 Desember 2021.

Adapun TPAKD memiliki 9 program di 2021, yaitu:

  1. Program Kredit/Pembiayaan Melawan Rentenir (K/PMR).
  2. Bank Wakaf Mikro (BWM).
  3. KUR klaster.
  4. Kredit Ultra Mikro.
  5. Asuransi Usaha Tani Padi (AUTP)/Asuransi Usaha Ternak Sapi (AUTS)/Asuransi Nelayan (ASNEL).
  6. Program Satu Rekening Satu Pelajar (KEJAR) termasuk Simpanan Pelajar (SimPel/SimPel iB).
  7. Laku Pandai.
  8. Pemberdayaan BUMDes dan UMKM.
  9. Pembentukan Jamkrida dan program lainya yang bekerja sama dengan para pelaku usaha jasa keuangan.

Khusus untuk program KUR klaster, OJK bersama TPAKD membentuk ekosistem KUR klaster di beberapa daerah yang memiliki potensi ekonomi tinggi dan berorientasi ekspor. Di antaranya klaster Alpukat Pameling di Malang, klaster padi di Karanganyar, klaster umbi porang di Mojokerto, klaster padi, jagung dan peternakan sapi di Gorontalo, dan klaster sereh wangi di Minahasa, Sulut.
 
Kemudian Program KEJAR hingga Kuartal III-2021, berhasil membuka 43,43 juta rekening tabungan segmen anak/pelajar, atau sebesar 67,2 persen pelajar Indonesia telah memiliki rekening, dengan nominal sebesar Rp26,3 triliun.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Sementara untuk Program Kredit/Pembiayaan Melawan Rentenir (K/PMR) telah diimplementasikan di 65 TPAKD dengan 92 skema kredit/pembiayaan, dan telah menyalurkan kredit kepada 133.889 debitur sebesar Rp1,3 triliun.
 
"Guna mendorong pelaku UMKM di daerah naik kelas, TPAKD juga menginisiasi berbagai program pemberdayaan UMKM, antara lain melalui digitalisasi UMKM seperti program KurBali.Com, UMKM Bangkit, UMKM Go Export, UMKM Naik Kelas dan lain sebagainya," ungkap dia.

Berikut program kerja TPAKD di 2022:

  1. Program kerja Akselerasi Pemanfaatan Produk/Layanan Keuangan Digital.
  2. Implementasi Business Matching dengan tematik.
  3. Mendorong sektor ekonomi unggulan daerah.
  4. Penguatan ekosistem keuangan digital.

 
(DEV)


LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif