Ilustrasi. Foto: Medcom.id
Ilustrasi. Foto: Medcom.id

Siap-siap! Pekan Depan Transfer Antarbank Cuma Rp2.500

Eko Nordiansyah • 16 Desember 2021 19:43
Jakarta: Bank Indonesia (BI) akan meluncurkan BI-Fast pada pekan depan. BI Fast merupakan infrastruktur sistem pembayaran ritel yang dapat memfasilitasi pembayaran ritel menggunakan berbagai instrumen secara real time dan 24/7.
 
"Pada 21 Desember 2021, Bank Indonesia akan meluncurkan BI-Fast sebagai infrastruktur pembayaran ritel yang real time dan beroperasi tanpa henti 24/7,"  kata Gubernur BI Perry Warjiyo dalam video conference, Kamis, 16 Desember 2021.
 
Salah satu keunggulan BI-Fast adalah penetapan skema harga dari bank sentral ke peserta ditetapkan sebesar Rp19 per transaksi. Sementara biaya transfer antarbank peserta ditetapkan maksimal Rp2.500 per transaksi.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Adapun maksimal biaya transfer menggunakan BI-Fast sebesar Rp2.500 dinilai jauh lebih murah ketimbang dengan menggunakan Sistem Kliring Nasional Bank Indonesia (SKNBI) dengan tarif sebesar Rp2.900 per transaksi.
 
Selain itu, BI menetapkan batas maksimal nominal transaksi BI-Fast pada implementasi awal sebesar Rp250 juta per transaksi, dan akan dievaluasi secara berkala. Batasan transaksi ini ditetapkan karena layanan BI-Fast dikhususkan untuk ritel.
 
BI sebelumnya mencatat sudah ada 44 bank peserta yang siap menurunkan biaya transfer uang antarbank menjadi maksimal Rp2.500 per transaksi. Namun begitu, baru 22 bank yang akan ikut dalam gelombang satu pada Desember 2021.
 
Peserta yang siap melayani BI Fast harus melewati beberapa tahapan yakni pemenuhan kriteria umum, pemenuhan kriteria 3C, pemenuhan kriteria 1C, serta lulus industrial test dan memenuhi seluruh dokumen persetujuan dan perjanjian kepesertaan.

Berikut, 22 bank peserta yang mengimplementasikan BI Fast pada pekan depan.

  1.     Bank Tabungan Negara (BTN).
  2.     Bank DBS Indonesia.
  3.     Bank Permata.
  4.     Bank Mandiri.
  5.     Bank Danamon Indonesia.
  6.     Bank CIMB Niaga.
  7.     Bank Central Asia (BCA).
  8.     Bank HSBC Indonesia.
  9.     Bank UOB Indonesia.
  10.     Bank Mega.
  11.     Bank Negara Indonesia (BNI).
  12.     Bank Syariah Indonesia (BSI).
  13.     Bank Rakyat Indonesia (BRI).
  14.     Bank OCBC NISP.
  15.     Bank Tabungan Negara UUS.
  16.     Bank Permata UUS.
  17.     Bank CIMB Niaga UUS.
  18.     Bank Danamon Indonesia UUS.
  19.     BCA Syariah.
  20.     Bank Sinarmas.
  21.     Bank Citibank NA.
  22.     Bank Woori Saudara Indonesia.

Sementara untuk gelombang kedua, bank sentral juga telah menetapkan 22 calon peserta yang akan mengimplementasikan pada Januari 2022, yakni:

  1.     Bank Sahabat Sampoerna.
  2.     Allobank (d/h) Harda Int'l.
  3.     Bank Maspion.
  4.     Bank KEB Hana Indonesia.
  5.     Bank Rakyat Indonesia Agroniaga.
  6.     Bank Ina Perdana.
  7.     Bank Mandiri Taspen.
  8.     Bank Nationalnobu.
  9.     Bank Jatim UUS.
  10.     Bank Mestika Dharma.
  11.     Bank Jatim.
  12.     Bank Multiarta Sentosa.
  13.     Bank Ganesha.
  14.     Bank OCBC NISP UUS.
  15.     Bank Digital BCA.
  16.     Bank Sinarmas UUS.
  17.     Bank Jateng UUS.
  18.     Standard Chartered Bank.
  19.     Bank Jateng.
  20.     BPD Bali.
  21.     Bank Papua.
  22.     Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI).

 
(DEV)


LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif