Ilustrasi. FOTO: Dok MI/PANCA SYURKANI
Ilustrasi. FOTO: Dok MI/PANCA SYURKANI

Berkat Pandemi, Transaksi Ekonomi dan Keuangan Digital RI Meningkat Pesat

Husen Miftahudin • 13 Maret 2022 14:42
Jakarta: Bank Indonesia (BI) mencatat transaksi ekonomi dan keuangan digital di Indonesia meningkat pesat berkat pandemi covid-19. Dilaporkan bank sentral pada Januari 2022, nilai transaksi uang elektronik mencapai Rp34,6 triliun atau naik 66,65 persen (yoy).
 
Kemudian nilai transaksi digital banking mencapai sebesar Rp4.314,3 triliun atau tumbuh hingga 62,82 persen (yoy); nilai transaksi kartu ATM, kartu debet, dan kartu kredit sebanyak Rp711,2 triliun atau naik 14,39 persen (yoy).
 
Selanjutnya nominal transaksi Quick Response Indonesian Standard (QRIS) naik hingga 290 persen (yoy), sedangkan volume transaksinya naik lebih tinggi yakni sebanyak 326 persen (yoy). Kenaikan itu pun membuat BI menaikkan limit transaksi QRIS, dari semula Rp5 juta per transaksi menjadi Rp10 juta per transaksi, berlaku sejak 1 Maret 2022.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Bank Indonesia menilai pandemi covid-19 memberikan dampak pada perubahan pola aktivitas di masyarakat. Sebelumnya, berbagai kegiatan dapat dilakukan secara bebas, kini selain harus mematuhi protokol kesehatan, juga terdapat pembatasan mobilitas.
 
"Tentu ini menjadi salah satu pendorong digitalisasi di hampir semua sektor. Tak terkecuali, sistem pembayaran," ucap Bank Indonesia dikutip Cerita BI, Minggu, 13 Maret 2022.

 
Bank Indonesia menyatakan digitalisasi sistem pembayaran dapat menjadi kunci untuk mendorong pemulihan ekonomi nasional selain vaksinasi covid-19. Hal tersebut dilatarbelakangi adanya kemudahan melalui penggunaan teknologi untuk memfasilitasi kegiatan transaksi masyarakat di tengah pandemi.
 
"Transaksi kini dapat dilakukan dimanapun dan kapanpun. Sehingga tak heran, nilai transaksi ekonomi dan keuangan digital di Indonesia mengalami peningkatan," tuturnya.
 
Sebagai bank sentral, Bank Indonesia akan melanjutkan akselerasi digitalisasi sistem pembayaran sebagai implementasi Blueprint Sistem Pembayaran Indonesia (BSPI) 2025, untuk mendorong pemulihan ekonomi dan keuangan yang inklusif dan efisien.

 
"Tak hanya bagi Indonesia, digitalisasi pembayaran juga dapat mendorong pemulihan ekonomi global. Oleh karena itu, digitalisasi pembayaran menjadi salah satu dari enam agenda prioritas jalur keuangan dalam Presidensi G20 Indonesia 2022 dengan implementasi Roadmap Cross Border Payment menjadi salah satu pembahasannya," tutup Bank Indonesia.
 
(ABD)


LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif