Ilustrasi. Foto: dok MI/Susanto.
Ilustrasi. Foto: dok MI/Susanto.

Rupiah Ambrol Lagi Gara-gara Keputusan Kebijakan Moneter BOJ

Ekonomi rupiah Kurs Rupiah suku bunga The Fed obligasi Dolar AS bank of japan (boj)
Husen Miftahudin • 28 April 2022 16:11
Jakarta: Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada penutupan perdagangan hari ini kembali mengalami pelemahan. Ini terjadi karena keputusan moneter Bank of Japan (BOJ) yang menggandakan kebijakan imbal hasil super rendah dengan menawarkan untuk membeli obligasi dalam jumlah tak terbatas setiap sesi sesuai kebutuhan.
 
"Ada beberapa spekulasi pasar BOJ mungkin akan mundur sedikit karena inflasi meningkat dan bank sentral utama lainnya melakukan pengetatan, tetapi itu tidak menunjukkan keraguan," ungkap analis pasar uang Ibrahim Assuaibi dalam analisis hariannya, Kamis, 28 April 2022.
 
Sementara BoJ mempertahankan imbal hasil mendekati nol, pasar bertaruh The Fed akan menaikkan suku bunga sebesar 50 bps pada Mei, Juni, dan Juli, hingga pada akhirnya mencapai 3,0 persen pada akhir tahun.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Kemudian, setelah memangkas suku bunga menjadi hampir nol pada awal pandemi, Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) pembuat kebijakan menyetujui kenaikan suku bunga era pandemi pertama pada 16 Maret, menaikkan suku bunga sebesar 25 basis poin, atau seperempat poin.
 
"Langkah tersebut akan membawa suku bunga pinjaman utama menjadi antara 0,25 persen dan 0,5 persen," tuturnya.
 
Menurut Ibrahim, banyak anggota FOMC telah menyimpulkan sejak bahwa kenaikan Maret terlalu jinak untuk mengendalikan inflasi yang berlari kencang di tertinggi 40 tahun. "Para ekonom hampir yakin sekarang tentang kenaikan 50 basis poin, atau setengah poin persentase, pada keputusan suku bunga berikutnya pada 4 Mei," sebut dia.
 
Adapun mengutip data Bloomberg pada penutupan perdagangan hari ini, nilai tukar rupiah terhadap USD melemah ke level Rp14.494 per USD. Mata uang Garuda tersebut melemah hingga 81 poin atau setara 0,56 persen dari posisi Rp14.413 per USD pada penutupan perdagangan hari sebelumnya.
 
Data Yahoo Finance juga menunjukkan rupiah berada di zona merah pada posisi Rp14.495 per USD. Rupiah turun sebanyak 80 poin atau setara 0,55 persen dari Rp14.415 per USD di penutupan perdagangan hari sebelumnya.
 
Sedangkan berdasar pada data kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor), rupiah diperdagangkan di level Rp14.480 per USD atau turun 62 poin dari nilai tukar rupiah pada perdagangan hari sebelumnya sebesar Rp14.418 per USD.
 
"Untuk perdagangan 10 Mei, mata uang rupiah kemungkinan dibuka berfluktuatif namun ditutup melemah direntang Rp14.480 per USD hingga Rp14.530 per USD," tutup Ibrahim.

 
(HUS)


LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif