Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Wimboh Santoso. Foto: Medcom.id/Husen Miftahudin
Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Wimboh Santoso. Foto: Medcom.id/Husen Miftahudin

OJK Minta Bantuan Akademisi Dorong Pengembangan Keuangan Syariah

Ekonomi OJK keuangan syariah
Husen Miftahudin • 21 September 2020 13:22
Jakarta: Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Wimboh Santoso meminta bantuan akademisi untuk mendorong pengembangan keuangan syariah nasional. Pasalnya akademisi punya kajian dan penelitian yang kredibel yang didukung oleh berbagai diskusi.
 
Salah satunya diskusi virtual Forum Riset Ekonomi dan Keuangan Syariah (FREKS) 2020 yang mengangkat tema 'Membangun Ekonomi dan Keuangan Syariah yang Berkelanjutan Melalui Sinergi Pengembangan Industri Halal, Adopsi Teknologi, dan Inklusi Keuangan'.
 
"Tema FREKS ini sangatlah relevan mengingat peran digitalisasi menjadi semakin besar di era new normal. Masyarakat dan ekosistem syariah dan pelaku industri halal harus naik kelas menjadi digital onboarding, karena digitalisasi adalah suatu keharusan bukan lagi menjadi hanya sekadar pilihan," ujar Wimboh dalam diskusi tersebut, Senin, 21 September 2020.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Selain itu, sambungnya, kajian dan penelitian dalam membangun keuangan syariah yang lebih inklusif juga menjadi kunci agar keuangan syariah dapat merealisasikan potensi lain sehingga dapat dimanfaatkan dan bisa dirasakan oleh masyarakat.
 
Menurut Wimboh, studi kasus terhadap sejumlah produk dan layanan keuangan syariah yang sarat dengan misi inklusi seperti Bank Wakaf Mikro (BWM), fintech syariah, hingga produk pasar modal syariah dapat menjadi objek menarik untuk diteliti dan terus dikembangkan.
 
"Besar harapan kami agar kegiatan ini dapat diteruskan dan ditingkatkan kualitasnya agar dapat digunakan bagi berbagai pihak termasuk pemerintah, OJK, maupun otoritas lainnya dalam merumuskan berbagai kebijakan pengembangan ekonomi dan keuangan syariah nasional," papar dia.
 
Diskusi dan seminar FREKS 2020 yang melibatkan para peneliti dari berbagai kalangan ini adalah salah satu aspek bagaimana para akademisi bisa lebih dekat dengan permasalahan-permasalahan yang dihadapi dan terkini.
 
Wimboh berharap diskusi FREKS bisa menjadi khazanah baru bagi para akademisi untuk menularkan secara langsung kepada para mahasiswanya sehingga menciptakan sinergi yang baik antara akademisi dengan para pemangku kepentingan.
 
"Saya juga berharap agar seminar ini menjadi sarana tukar pikiran yang efektif dan memberikan manfaat kepada kita semua sehingga secara gradual kegiatan ekonomi kita bisa bangkit," tutup Wimboh.
 
(DEV)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif