IHSG dibuka menguat 22,48 poin atau 0,35 persen ke level 6.524,07. Sementara itu, Indeks LQ45 yang berisi 45 saham unggulan naik 2,62 poin atau 0,41 persen ke posisi 641,36.
Penguatan rupiah, pelemahan dolar AS, hingga turunnya imbal hasil obligasi Amerika Serikat menjadi sejumlah sentimen yang berpotensi menopang pasar saham.
Namun, investor tetap perlu mencermati peluang aksi ambil untung setelah kenaikan IHSG yang cukup signifikan.
| Baca juga: IHSG Dibuka Menguat, Berikut Proyeksi dan Sentimen Pasar Hari Ini |
Proyeksi IHSG Hari Ini
Tim BRI Danareksa Sekuritas memproyeksikan IHSG masih berpeluang menguat dengan support 6.440 dan resistance 6.515-6.550."Breakout 6.440 menjaga struktur bullish, meski profit taking tetap perlu diwaspadai setelah kenaikan signifikan," katanya dalam riset harian, Jumat, 21 Agustus 2026.
Dari sisi global, tim riset menjelaskan pelaku pasar akan mencermati yield US Treasury 10Y turun 7 bps ke 4,64 persen dan DXY melemah 0,9 persen ke 98,8 setelah Treasury meningkatkan buyback obligasi tenor panjang menjadi minimal USF4 miliar per operasi, memberikan ruang bagi aset berisiko dan emerging markets.
Namun, FOMC Minutes masih menunjukkan risiko kenaikan suku bunga, sementara Brent naik ke sekitar USD93,7 per barel akibat tensi AS–Iran.
Di sisi lain, rupiah yang menguat 2,4 persen dari level terlemah Rp18.190 per USD menjadi katalis positif bagi IHSG.
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda