Kegiatan yang berlangsung selama tiga hari ini menjadi ajang memperkuat sinergi berbagai pemangku kepentingan dalam mengakselerasi ekonomi dan keuangan syariah di wilayah timur Indonesia.
Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia, Destry Damayanti, saat membuka Festival Ekonomi Syariah (FESyar) Kawasan Timur Indonesia (KTI) 2026 dalam sambutannya menekankan pentingnya akselerasi ekonomi syariah regional. Untuk mewujudkan hal tersebut diperlukan sinergi lintas sektor.
“Sinergi itu perlu terus kita tingkatkan. Dengan Pemerintah Provinsi, dengan mitra, akademisi, dengan masyarakat, dengan asosiasi. Mari kita sama-sama bergandengan tangan mengakselerasi ekonomi dan keuangan syariah dan itu berbasis digital,” jelas Destry dalam sambutannya di FESyar KTI 2026 di Lombok Epicentrum Mall, Kota Mataram, Jumat 11 Juli 2026.
Kinerja ekonomi syariah Indonesia terus menunjukkan tren positif, tercermin dari pertumbuhan sebesar 6,21% (yoy) pada 2025 yang didukung akselerasi sektor Halal Value Chain. Kinerja perbankan syariah juga tetap solid, tercermin dari pembiayaan yang tumbuh 10,42% (yoy) menjadi Rp709 triliun dan Dana Pihak Ketiga (DPK) yang meningkat 11,75% (yoy) menjadi Rp792 triliun per Mei 2026, serta peningkatan indeks literasi ekonomi syariah menjadi 50,18%.
Lebih lanjut Destry menjelaskan tentang program untuk meningkatkan ekonomi dan keuangan syariah. Ada tiga program yang sudah BI siapkan, pertama adalah akses pembiayaan.
“Bagaimana kita membantu akses pembiayaan. Kami juga akan ada business matching nantinya dan juga disini akan ada target omzet. Jadi setiap acara ini ada target bukan sekadar seremonial,” jelasnya.

(Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia, Destry Damayanti mengunjungi salah satu booth di FESyar KTI 2026. Foto: Medcom.id)
Target FESyar KTI 2026
Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia NTB, Andhi Wahyu Riyadno menambahkan bahwa kegiatan ini diikuti oleh 22 Provinsi yang ada di Kawasan Indonesia Timur. Ke-22 provinsi ini tergabung dalam 19 kantor Perwakilan Bank Indonesia.
Adapun target utama dari FESyar KTI 2026 adalah business matching pembiayaan yang targetnya mencapai Rp 11 miliar. “Yang terpenting business matching, pembiayaan dan penjualan. Ini kaitannya dengan omzet, jadi sebenarnya kami mendorong UMKM untuk tumbuh bersama-sama dan dengan target, kami ditarget untuk omset ini sekitar Rp1,5 miliar untuk penganggaran selama 3 hari, kemudian yang terkait dengan business matching pembiayaan, kami ditargetkan dapat mencapai Rp11 M,” jelasnya.
FESyar KTI 2026
FESyar KTI merupakan rangkaian Indonesia Sharia Economic Festival (ISEF) 2026, program tahunan Bank Indonesia. Mengusung tema “Akselerasi Pertumbuhan Ekonomi dan Keuangan Syariah Regional Berkelanjutan melalui Sinergi dan Transformasi Digital", FESyar KTI 2026 menghadirkan 4 program unggulan sebagai berikut:
AKBAR (Akselerasi Kemandirian Bisnis Pesantren Berkelanjutan)
AMANAH (Akselerasi Menuju Sertifikasi dan Ekosistem Halal)
BARAKAH (Bina Rantai Komoditas Halal untuk Ekspor)
MAHAR (Mobilisasi Aset Halal melalui Akselerasi Wakaf)
Keempat program tersebut menyasar penguatan akses pembiayaan, literasi dan edukasi, hingga keuangan sosial digital bagi pelaku ekonomi syariah.
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda